Perlu Pendekatan Ekonomi–Ekologi untuk pembangunan Wilayah Perbatasan berbasis Potensi

Donny Apdillah, S.Pi, M.Si, Kepala PPSPL UMRAH menyampaikan Paparannya tentang Pendekatan Ekonomi–Ekologi untuk pembangunan Wilayah Perbatasan berbasis Potensi. (Foto: Adi Pranadipa/umrah.ac.id )

Umrah.ac.id – Kebijakan Pemerintah Pusat dalam pengembangan Ekonomi Pulau-pulau terdepan di Wilayah Perbatasan seringkali tidak sesuai dengan fakta di lapangan karena karakteristik pulau yang sangat berbeda dan memiliki potensi masing-masing. Perlu dikembangan suatu model pendekatan ekonomi ekologi dalam pembangunan wilayah pulau yang betul-betul memperhatikan potensi pulau yang ada.

“Terkadang Kebijakan Pembangunan Ekonomi dan Pengelolaan pulau-pulau terluar pada wilayah perbatasan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat justru tidak sesuai dengan Kondisi di Lapangan, karena tidak berbasis pada Potensi yang ada. “ kata Donny Apdillah, S.Pi, M.Si, Kepala Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PPSPL) UMRAH sewaktu memberikan Pemaparan dalam Diskusi Pembangunan Ekonomi Sistem Pertahanan dan Pendidikan berbasis Maritim yang ditaja oleh Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Diskusi ini diselenggarakan bersempena Kuliah Kerja Dalam Negeri dan Pengabdian Masyarakat mahasiswa UNHAN, Selasa (15/11) di Aula Fakultas Ekonomi UMRAH.

“Kalau Pendekatan Kebijakan seperti pengelolaan pulau seribu di wilayah jakarta dan sekitarnya tidak berdampak apa-apa bagi pulau yang memiliki karakteristik wilayah yang hampir sama. Namun akan berbeda jika pendekatan yang sama dipakai kepada pulau-pulau kecil di kawasan Natuna dan wilayah Kepulauan Riau, justru tidak singkron dan tidak tepat sasaran karena tidak berdasar kepada Potensi yang ada.” kata Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi UMRAH.

“Maka berdasarkan hal tersebut, kami mencoba menawarkan suatu Pendekatan Ekonomi Ekologi untuk pembangunan wilayah berbasis potensi pulau-pulau tersebut” Kata Donny.

Dosen Ilmu Kelautan ini mengatakan bahwa pendekatan ini mengutamakan potensi Ekonomi serta lingkungan dengan batasan-batasan sesuai kemampuan Pulau tersebut. Sebagai contohnya salah satu terluar seperti Pulau Karimun kecil yang berbatasan dengan Malaysia, masyarakatnya justru masih menganut animisme. Gejala-gejala seperti ini yang mesti didekati dengan Pendekatan Khusus secara Sosial, Budaya dan Ekonomi.

Menurut Donny, Pendekatan khusus ini mesti dilakukan supaya ekosistem pulau-pulau kecil tetap terjaga serta memperkuat status kepemilikan pulau karena jika masyarakat melakukan aktivitas ekonomi di Pulau-pulau terluar tersebut dan merasa tergantung dengan sumberdaya pesisir dan lautan tentu akan memacu kesadaran masayarakat untuk menjaga keberlangsungan ekosistem pulau tersebut.
Dampak Ekonomi bagi masyarakat pulau tersebut akan sangat besar karena potensi-potensi jasa seperti Pariwisata bahari tentu bergantung pada keindahan karena ekosistem yang terjaga, maka akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang tinggal di pulau terluar. (dip)

Sila Ditanggapi

Sila Ditanggapi