Rozeff Pramana, ST, MT, Ketua Prodi Teknik Elektro UMRAH

Kondisi Geografis Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari ribuan pulau ini ternyata menyimpan potensi energi terbarukan yang sangat melimpah dan beragam untuk menggerakkan energi pembangkit listrik.  Potensi Energi terbarukan yang sangat melimpah itu semestinya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kesenjangan energi listrik bagi wilayah pesisir dan kepulauan di negeri segantang lada ini.

“Dengan potensi energi terbarukan yang melimpah ini, bisa dirancang suatu konsep Pembangkit listrik Hybrid dari tiga sumber energi terbarukan yaitu Tenaga Gelombang, Tenaga Angin, dan Tenaga Surya. ” kata Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Maritim Raja Ali Haji, Rozeff Pramana, ST,MT ketika ditemui di Senggarang, Jum’at(9/3).

Menurut Rozeff, Pembangkit Listrik Hybrid dari energi terbarukan ini sangat berguna bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau serta kawasan Pesisir yang selama ini tidak terjamah energi listrik PLN.  Tiadanya Akses listrik ini  dikarenakan kurangnya Infrastruktur Jaringan listrik untuk mencapai pulau-pulau dan wilayah pesisir yang jauh sehingga menimbulkan High Cost untuk menyambung kabel listrik ke pulau-pulau.

“Dengan Listrik dari tiga energi terbarukan ini dapat diperoleh energi listrik yang cukup untuk menerangi rumah-rumah masyarakat yang tinggal di Pulau-pulau yang sulit dijangkau oleh Kabel-kabel listrik PLN.” Kata Pria yang menamatkan Magister di Universitas Trisakti ini.

“Dengan tiga sumber energi terbarukan, ketersediaan energi listrik sangat melimpah. Misalnya di daerah Letung, Kabupaten Anambas pada Musim Utara tentu gelombang laut sangat kuat. Nah, Potensi Energi dari Gelombang ini dapat menggerakkan turbin untuk Pembangkit Listrik sehingga pasokan listrik bagi masyarakat yang tinggal disana dapat tercukupi. Kemudian begitu Musim utara usai, berganti dengan musim barat yang anginnya sangat kuat dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan Pembangkit listrik tenaga angin” Jelas Rozeff.

Ditambahkannya lagi Tenaga surya dapat dimanfaatkan ketika musim kemarau atau panas tiba, karena biasanya pada musim panas atau kemarau ini intesitas cahaya matahari sangat kuat. Sinar Matahari tersebut kemudian dikonversikan menjadi energi listrik melalui panel surya yang bisa dipasang pada masing-masing rumah penduduk.

“Konversi energi terbarukan ini sudah kami integrasikan di dalam Kurikulum Teknik Elektro, pada mata kuliah Konversi Energi Terbarukan. Malah, salah seorang pengajar pada departemen Teknik Elektro ITB memuji dan mengapresiasi langkah kami untuk memperkenalkan Konversi energi terbarukan kepada mahasiswa tingkat Sarjana karena biasanya pengetahuan energi terbarukan itu ada pada program pascasarjana”  Jelas Rozeff.(dip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here