Prof. Dietriech G. Bengen Memaparkan Materi Seminar. f/ Adi Pranadipa/umrah.ac.id

Letak Geografis Kepulauan Riau yang ditopang oleh pulau-pulau kecil menjadi peluang untuk menciptakan keunggulan Maritim seperti Kelautan yang berbasis pulau-pulau kecil. Hal tersebut harus menjadi basis orientasi pengembangan pendidikan bagi perguruan tinggi negeri yang dimiliki daerah ini seperti Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Menurut Prof. Dr. Ir. Dietrech G. Bengen, DEA, Guru Besar Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, eksplorasi sumberdaya alam dan lingkungan kelautan  belum dapat diaktualisasikan secara optimal karena kurangnya Sumberdaya Manusia  dan penerapan IPTEK. Eksplorasi Jasa lingkungan pulau-pulau kecil tentu memerlukan SDM yang berkemampuan sehingga dapat memberikan manfaat bagi bagi masyarakat dan Lingkungan. Model eksplorasi jasa lingkungan pulau kecil seperti di Maldives sebenarnya dapat  juga diterapkan di Kepri jika SDM yang dimiliki mampu untuk melakukannya.

“Karena hal tersebut maka SDM Kelautan harus dikembangkan secara fokus melalui Pendidikan  berbasis Kelautan” tegas Prof. Dietriech dalam Pemaparannya ketika menjadi narasumber dalam Seminar Pengembangan Kurikulum Kemaritiman Universitas Maritim Raja Ali Haji, Sabtu (24/11) di Hotel Comfort Tanjungpinang.

“Di Indonesia jarang Universitas Negeri berada di Kepulauan, sebab rata-rata Universitas Negeri walau memiliki Pendidikan Kelautan tapi tetap saja basisnya berada di pulau besar, karena itu keberadaan UMRAH sangat tepat untuk mengembangkan SDM /IPTEK Kelautan” ujar Pria Kelahiran Papua ini.

Arah pengembangan muatan Kurikulum UMRAH harus benar-benar mengarah ke Maritim, contohnya Fakultas Ekonomi, maka kajian Ekonomi dalam Kurikulum harus mengarah kepada Ekonomi Sumberdaya. Hanya dengan seperti itu keunggulan UMRAH dapat dibangun sehingga memiliki ciri khas  yang otentik dibanding perguruan tinggi lainnya yang sudah eksis.

“Kalau masih berkutat pada kajian ekonomi makro-mikro yang standar ya tidak akan dapat bersaing dengan Universitas yang sudah mapan Fakultas Ekonominya di Indonesia seperti UI dan UGM. Maka UMRAH harus betul-betul membangun ciri khasnya sebagai Universitas Maritim, sehingga ketika orang ingin mempelajari tentang Maritim maka mereka akan datang ke UMRAH” saran Prof. Dietriech.

Prof. Dietriech juga mengatakan bahwa Maritim tidak hanya berkutat pada aspek Perikanan saja, tetapi ada aspek sosial, ekonomi, dan juga hukum.

“Mengapa Maritim ini penting ? karena Indonesia punya 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang menjadi lalu-lalang Jalur Perdagangan global  dan 45 %  total barang diperdagangkan melalui laut Indonesia, menurut sumber dari UNCTAD di tahun 2010” Kata Prof. Dietriech.

Karakter Maritim seperti entrepreneurship dan semangat bahari yang pantang menyerah, menurut Prof. Dietrech harus munculkan kembali sehingga SDM yang akan mengelola potensi kelautan yang besar itu memiliki Mindset yang tangguh.

“UMRAH patut mengintegrasikan Softskill dan penguatan karakter ini dalam Kurikulum, bisa saja dirancang mata kuliah pilihan sosial budaya maritim” Kata Prof. Dietriech.

Teknologi kelautan juga menjadi hal yang penting. “Fakultas Teknik di UMRAH harus memiliki jurusan Teknik perkapalan, lalu Teknik Sipil yang fokus pada rancangbangun Kelautan dan pelabuhan yang akan menunjang Pembangunan Kelautan” Ucap Prof. Dietriech.(dip)

Sila Ditanggapi

Sila Ditanggapi