Buku ‘Menjemput Tuah Menjunjung Marwah’ Mendapat Pujian

0
18
Dekan FKIP UMRAH, Drs. H. Abdul Malik, M.Pd memegang Buku "Menjemput Tuah Menjunjung Marwah"  yang ditulisnya. (Foto: Adi Pranadipa/umrah.ac.id)
Dekan FKIP UMRAH, Drs. H. Abdul Malik, M.Pd memegang Buku “Menjemput Tuah Menjunjung Marwah” yang ditulisnya. (Foto: Adi Pranadipa/umrah.ac.id)

Kepri (DK) : Buku Karya Abdul Malik, berjudul ‘Menjemput Tuah, Menjunjung Marwah’ mendapat banyak pujian dari kalangan masyarakat, seniman, budayawan dan pemuda.  Buku karya Cendikiawan dan budayawan Kepri, tersebut mendapat posisi tersendiri melalui ulasannya yang mengangkat tentang budaya melayu dulu dan sekarang, saat diluncurkan di aula kantor Gubernur Kepri, Kamis (13/12/2012).

Judul besar, ‘Menjemput Tuah, Menjunjung Marwah’ sendiri, diangkat dari salah satu judul tulisannya setiap Ahad, pada salah satu koran harian lokal di Provinsi Kepri. Buku tersebut adalah kumpulan tulisan Abdul Malik, sejak  Juli 2009 sampai Juli 2012, yang rutin terbit di koran harian setiap hari minggu.

Tiga narasumber dalam peluncuran dan bedah buku, seperti Agus R sarjono, Jamal D Rahman, dan Abdul Kadir Ibrahim, memuji karya spektakuler dari Abdu Malik. Buku ini bisa menjadi refrensi untuk mengenang dan mengetahui kebudayaan Melayu dulu dan sekarang dengan gaya tulisan menarik.

Jamal D Rahman, dalam pemaparannya mengakui jika membaca buku tersebut maka akan terlihat pertemuan antara dua bahasa yakni bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Ia berpendapat gaya penulisannya cukup memikat dengan bahasa Indonesia berselera Melayu atau sebaliknya.

“Buku ini, adalah bentuk perhatian penulis yang tidak henti-henti, terhadap kelanjutan kebudayaan Melayu. Dengan membaca buku itu,maka kita akan paham kebudayaan melayu masa lalu. Sehingga karya Abdul Malik, bisa menjadi banyak refrensi untuk melihat kebudayaan Melayu di masa lalu,” kata Jamal.

Adbul Kadir Ibrahim, menambahkan buku karya Abdul Malik ini, memiliki gaya yang elok karena penulis tidak hanya melihat dari perkara yang besar untuk menjadi ‘tumpahan tinta’ tulisannya, melainkan yang kecil, ringan, sederhana dan disekeliling kita. Misalnya ungkap Akib sapaan akrab seniman Tanjungpinang ini, ada pembahasan tentang bakaun bisa menjadi karya.

Para Pembedah buku Menjunjung Tuah Menjunjung Marwah. (ki-ka), Haji Abdul Kadir Ibrahim (AKIB), Jamal D. Rahman, Agus Sarjono,  serta Encik Abdul Hajar sebagai Moderator
Para Pembedah buku Menjunjung Tuah Menjunjung Marwah. (ki-ka), Haji Abdul Kadir Ibrahim (AKIB), Jamal D. Rahman, Agus Sarjono, serta Encik Abdul Hajar sebagai Moderator

Buku karya Abdul Malik, juga mendapat sambutan dari Penyair Tanjungpinang, dikenal sebagai Sang Kejora, Teja Alhabd. Ia mengatakan karya Abdul Malik, adalah karya dahsyaat, dipenghujung tahun 2012. Ia berpendapat isi dari buku tersebut begitu megah.

“Isi buku ini begitu megah, sebagai karya budayawan Kepri. Tetapi sangat disayangkan cover buku yang terkesan biasa. Sepertinya buku ini dicetaknya tergesa-gesa, untuk itu harus ada edisi lux dengan desaign yang lebih memikat,”kata Teja sedikit mengkritik isi luar buku tersebut.(mm/detikkepri.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here