BBidik Misi
Rektor UMRAH, Prof. Dr Maswardi M.Amin, menyerahkan beasiswa bidikmisi secara simbolis. (Foto:Adi Pranadipa/umrah.ac.id)

TANJUNGPINANG (BP) – Sebanyak 175 orang mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Kepri menerima beasiswa bidik misi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penerima beasiswa mendapatkan fasilitas gratis uang kuliah selama delapan semester plus uang saku Rp700 ribu per bulan.

“Pergunakanlah uang beasiswa tersebut sebaik mungkin membantu meringankan beban orang tua. Uang beasiswa langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima,” pesan Rektor Umrah Maswardi M Amin, di sela-sela pemberian secara simbolis beasiswa bidik misi di Kampus Umrah, Jumat (28/12).

Keuntungan lain yang didapatkan penerima beasiswa bidik misi ini, uang transportasi saat diterima menjadi mahasiswa Umrah diganti asal ada buktinya. Misalnya penerima beasiswa bidik misi berasal dari Jakarta, menggunakan pesawat saat masuk kuliah Umrah.

“Tunjukkan bukti tiket pesawat tersebut ke biro administrasi akademik dan kemahasiswaan (BAAK) Umrah, tiket tersebut diganti 100 persen,” ungkap Maswardi.

Kemudian, mahasiswa penerima bidik misi kalau sudah terlanjur membayar uang kuliah serta uang jaket, tanda bukti pembayaran tersebut ditunjukkan ke BAAK Umrah untuk diganti.

Selain memberikan beasiswa bidik misi, juga diberikan secara simbolis bantuan belajar rektor dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bantuan belajar rektor tersebut, hanya ada di Umrah berkat perjuangan Maswardi M Amin “merengek” minta tambahan beasiswa.

“Tahun 2012 saya mengajukan beasiswa bidik misi 200 orang. Namun, disetujui kementerian 50 orang. Terus, saya menghadap lagi minta ditambah dan dikabulkan tambahan 25 mahasiswa. Saya tak puas dan menghadap lagi, akhirnya dikabulkan lagi 100 orang. Sehingga, total penerima beasiswa bidik misi 175 orang tahun 2012,” ungkap Maswardi.

Meskipun sudah disetujui 175 orang, Maswardi mengaku kembali meminta ke pusat agar ditambah karena jumlah mahasiswa Umrah sudah mencapai 7 ribu orang. “Akhirnya, disetujui kebijakan bantuan belajar rektor. Hanya Umrah saja di Indonesia yang mendapatkan bantuan belajar rektor ini,” ujar Maswardi, yang disambut tepuk tangan mahasiswa bangga atas jerih payah Rektor Umrah tersebut.

Untuk tahun 2013, Umrah mengajukan 400 orang penerima beasiswa bidik misi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rektor Umrah juga memberikan secara simbolis beasiswa kepada anak pegawai Umrah yang masih duduk di bangku sekolah.

Khusus penerima beasiswa dan bantuan belajar rektor, agar tidak melakukan demo memprotes beasiswa dan bantuan tersebut. “Kalau masih juga didemo maka penerima akan dicoret diganti ke mahasiswa lain. Tapi, saya yakin tidaklah seperti itu. Karena beasiswa dan bantuan ini karunia yang harus disyukuri,” ujar Rektor.

Kepala BAAK Umrah, Muzahar menambahkan agar pemerintah daerah di Kepri memanfaatkan beasiswa bidik misi ini untuk membantu masyarakatnya mendapatkan pendidikan. Sebab, penerima beasiswa bidik misi ini tidak semata kepada mahasiswa yang nilainya akademisnya tiggi, tapi juga memperhatikan kondisi ekonomi orang tua si penerima beasiswa.

“Namanya juga bidik misi, tentu ada misi sosial meningkatkan pendidikan,” ungkapnya.

Terpisah, M Fauzi Haji Ibrahim salah seorang orang tua mahasiswa penerima beasiswa bidik misi, mengucapkan terima kasih. Fauzi juga menambahkan pesan, agar mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bisa berhemat demi kebahagian di hari tua.

“Waktu saya sekolah dulu, sekolah saya paling tinggi sekolah teknik menengah (STM). Zaman dulu itu sangat susah, tapi alhamdulillah dengan kesungguhan belajar akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus,” motivasi Fauzi. (batampos.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here