Adi Pranadipa /Warta UMRAH

Laporan : Adi Pranadipa

warta.umrah.ac.id(19/04) Indonesia harus bangkit dari keterlenaan terhadap kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup melimpah, yang membuat lalai untuk membangun dan meningkat kemampuan Sumber Daya Manusia untuk mengelola itu semua di era Globalisasi ini , dimana Informasi dan pengetahuan berkembang pesat dan hal tersebut sangat mempengaruhi daya saing Indonesia di mata dunia. Indikator Daya saing di dunia sekarang ini sudah berubah dari keunggulan Komparatif dengan segala kekayaan alam dan resources di dalamnya menjadi faktor-faktor yang menentukan daya saing suatu bangsa bergeser menjadi keunggulan kompetitif yang memfokuskan terhadap Human Capital atau lebih terkenal dengan Knowledge Based Economy.

Hal tersebut terjadi dikarenakan terjadinya PergeseranParadigma Ekonomi Dunia yang bergeser dari Ekonomi berbasis Resources menjadi Ekonomi yang berbasis Pengetahuan (Knowledge) yang diperkaya akan akses pengetahuan dan Informasi yang sedemikian cepatnya karena Kemajuan teknologi. Keunggulan Kompetitif yang dihasilkan oleh Penguasaan Teknologi Informasi dan ilmu Pengetahuan akan membawa suatu bangsa menuju kemandirian.

“Penguasaan Teknologi Informasi dan Ilmu Pengetahuan akan meningkatkan daya saing Bangsa sehingga kita dapat mengelola segala kelimpahan SDA Indonesia ini dengan sentuhan Teknologi tinggi serta mampu memasarkannya, karena barangsiapa yang menguasai informasi dia akan menguasai dunia” ujar, Direktur Lemlit Universitas Trisakti ,Prof.Dr.Ir. Dadan Umar Baihani ,DEA saat mengisi seminar yang bertajuk “Strategi Menghadapi Kemajuan Teknologi Informasi & Globalisasi” yang diselenggarakan di Fakultas Teknik UMRAH.

Seminar yang digelar di lantai II Aula Politeknik Batam/Fakultas Teknik UMRAH ini dibuka oleh Dekan FT UMRAH, Dr.Ir.Proyono Eko Sanyoto, DEA pada Sabtu, 17 April 2010 itu dihadiri oleh mahasiswa dan siswa dari sekolah maupun Perguruan tinggi yang ada di batam.

Guru Besar Teknik Industri Universitas Trisakti itu mengistilahkan kondisi bangsa Indonesia saat ini seperti menjual harta tuhan, karena apa yang dianugerahi oleh allah SWT. kepada Indonesia ini
seakan-akan tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemamuran negeri, karena belum adanya kemandirian dari segi Teknologi dan penguasaan ilmu pengetahuan, malah lebih banyak dikelola oleh asing .

Tugas kita kedepan adalah bagaimana membangun daya saing Bangsa melalui Penguasaan Teknologi Informasi dan Ilmu Pengetahuan serta memfokuskan pembangunan SDM melalui perguruan tinggi, seperti UMRAH maupun Politeknik,  supaya tidak terlena dengan kelimpahan yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

Hadir pula sebagai pembicara, Drs. H Daeng Ayub Natuna, M.Pd, Pembantu Rektor III UMRAH yang lebih berfokus pada strategi mahasiswa dalam menghadapi era kemajuan teknologi informasi dan globalisasi.

Beliau menerangkan bahwa Cara belajar Mahasiswa dan Dosen harus berubah, dimana paradigma menyerap materi mentah-mentah dari dosen harus dirubah menjadi Pembelajaran yang berpusat kepada Mahasiswa, atau lazim dikenal dengan Student Centered Learning. Disini Dosen berperan sebagai fasilitator dan Motivator sehingga dapat menjadikan mahasiswa menjadi haus dan lebih mengeksplorasi Sumber-Sumber Pembelajaran baru yang dapat diperoleh melalui Internet, secara tidak langsung hal ini akan menjadikan mahasiswa lebih kreatif. untuk sisi Dosen, Dosen juga harus belajar supaya tidak ketinggalan informasi dan referensi karena di era globalisasi ini perubahan terjadi begitu cepat, kalau tidak bisa beradaptasi tentu akan tergilas oleh perubahan.

Sebelum Memasuki Sesi Diskusi, Acara seminar tersebut diselingi oleh live musik yang dipersembahkan oleh  para mahasiwa Fakultas Teknik UMRAH  sebagai hiburan dan penyengaran kepada para audiens. Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Ibnu Kahfi Bachtiar, ST, M.Sc, Dosen Fakultas Teknik UMRAH itu  berlangsung alot dan cukup apik. (dip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here