Pemerintah Kabupaten Bintan membuka tangan selebar-lebarnya kepada perguruan-perguruan tinggi yang hendak melaksanakan tri dharma pendidikan butir ketiga, yakni pengabdian ke masyarakat. Bupati Bintan Ansar Ahmad menegaskan, bahwasanya Pemkab Bintan siap mengucurkan anggaran untuk pengabdian perguruan tinggi ke masyarakat. “Karena sudah seharusnya fokus perguruan tinggi itu tidak hanya kerja-kerja pendidikan dan penelitian. Tapi, juga memperkuat pengabdian ke masyarakat. Kalau memang perlu anggaran, kami bisa mengupayakan penganggaran untuk itu,” ujar Ansar, kala memberi kuliah umum di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Senin (23/2).

Bupati-Bintan-Memberikan-Kuliah-umum-kepada-Mahasiswa-Umrah-3
Bupati Bintan, Ansar Ahmad memberikan kuliah Umum kepada Mahasiswa UMRAH

Menurut Ansar, pengabdian civitas akademika di tengah-tengah masyarakat bisa menjadi membuka isolasi sistem-sistem yang ada di daerah. Hal ini, kata dia, yang lumrah terjadi. Karena ketebertasan masyarakat memahami sistem penyelenggaraan pemerintahan. “Sudah begitu, belum lagi ditambah dengan minimnya pegawai yang bisa memfasilitasi itu,” ujarnya. Ansar juga tak menampik bahwasanya juga terjadi keterbatasan tenaga dalam lingkungan pemerintahan yang membuat banyak kerja tak berjalan maksimal.

“Kalau ada lembaga pendidikan atau penelitian yang berada di tengah-tengah masyarakat, tentu akan sangat membantu kerja pemerintah daerah. Sedangkan mahasiswa atau peneliti dari perguruan tinggi bisa mendapat pengalaman langsung selama terjun ke tengah-tengah masyarakat,” ujar bupati yang menjabat selama dua periode ini.

Pendampingan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, misalnya. Ansar mengapresiasi keberhasilan penerapan program yang dicanangkan pemerintah pusat ini di Bintan. Menurutnya, keberhasilan itu tak terlepas dari peran-peran pendamping yang mumpuni yang berasal dari perguruan tinggi. “Sejak tahun lalu Pemkab Bintan sudah menganggarkan Rp 100 juta. Melihat hasil yang dicapai, kerja PNPM Mandiri semacam ini sangat memuaskan. Apalah arti RP 100 juta kalau program itu benar-benar bisa berguna dan berdampak baik buat masyarakat,” kata Ansar.

Untuk mendukung pengabdian perguruan tinggi ke masyarakat, Ansar bahkan siap menyurati perusahaan-perusahaan yang ada di Bintan, untuk menyalurkan dana sosial lingkungannya untuk memajukan dunia pendidikan. “Bisa saja dalam bentuk pemberian beasiswa atau bantuan untuk memajukan program pendidikan di lingkungan sekitar perusahaan,” katanya.

Dan yang tak kalah penting, sambung Ansar, adalah daya dukung pemerintah setempat. Sehingga kerjasama antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi bisa menghasilkan pencapaian menguntungkan untuk kedua belah pihak. “Makanya, kami juga menawarkan semacam kerja sama yang lebih kuat dan dekat untuk sama-sama memajukan masyarakat Bintan,” ucapnya.

Pemkab Bintan Hibahkan 1.200 Eks Buku ke UMRAH

Sementara itu, dalam kuliah umum bertajuk Strategi Kerja Sama antara Perguruan Tinggi dan Pemerintah dalam Pembangunan Provinsi Kepri, Pemkab Bintan turut memberikan hibah buku-buku kuliah berjumlah 1.200 eksemplar ke perpustakaan UMRAH. Ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan bantuan buku ke Pemkab Bintan melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Bintan.

Kepala KPAD Bintan, Dahlia Zulfah mengatakan, 1.200 eksemplar buku yang dihibahkan kemarin itu sudah diajukan pihak UMRAH sejak 2013 lalu ke Pemkab Bintan. Namun, baru dianggarkan tahun 2014 silam. “Macam-macam judulnya. Disesuaikan dengan jurusan-jurusan yang ada di sana. Ada buku-buku sosiologi, hukum, bahasa, kelautan, dan masih banyak lagi,” dikatakan Dahlia. (Pemkab Bintan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here