marsetio-public-lecture

Dompak-Mantan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio menyampaikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Maritim Raja Ali Haji(UMRAH) di Auditorium kampus dompak, Kamis (3/9).

Dalam kuliah umum yang bertajuk “Mengembalikan kejayaan Maritim Indonesia melalui Poros Maritim Dunia” ini Dr. Marsetio mengupas tentang Profil Indonesia sebagai Archipelagic State terbesar di dunia. Potret wajah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sama luasnya dengan garis pantai Amerika.

Tajuk mengembalikan Kejayaan Maritim bangsa Indonesia yang dipilih bukanlah sebuah Tajuk biasa. Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio menjelaskan bahwa Indoensia sebagai bangsa maritim pernah gemilang di masa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Selari dengan hal itu, Era Pemerintahan Presiden Jokowi berazam untuk mengembalikan kejayaan masa lalu dengan visi maritim.

“Para mahasiswa yang kuliah di UMRAH ini harus paham maritim itu apa, karena UMRAH merupakan satu-satunya Universitas Negeri yang melekatkan kata maritim di Namanya” Ujar Dr. Marsetio.

Apabila berbicara tentang maritim sambung Staff Ahli Kementerian Koordinator Kemaritiman ini,pasti ada beda antara maritim dan sea power. “Kalau berbicara tentang Maritim, kita berbicara tentang Sumber Daya Alam, Energi Terbarukan, dan Sosial budaya, Politik dan Hukum” Jelas Dr. Marsetio

Kepada para mahasiswa baru, Dr. Marsetio menyampaikan bahwa Mahasiswa harus tahu tentang zonasi laut. Ketika bersinggungan dengan zonasi laut, maka akan terkait dengan Hukum Laut. TNI Angkatan Laut sebagai matra yang diamanahkan negara dengan tugas yang lebih dari sekedar pertahanan, yaitu diplomasi dan penjagaan batas wilayah perbatasan laut.

“Perbatasan adalah serambi depan Indonesia” Ujar Dr. Marsetio. Ia mengatakan bahwa Indonesia harus membangun Laut dan perbatasan.

Antusiasme mahasiswa baru pun luar biasa, banyak yang mengacungkan tangan ketika sesi dialog dibuka. Asal mahasiswa yang bertanya pun beragam, ada yang berasal dari Medan, Tanjungpinang, Karawang, dan Batam. Keberagaman ini diapresiasi oleh Dr. Marsetio.

“Mahasiswa UMRAH ini tak hanya dari Kepri saja rupanya, ini merupakan wujud kebhinekaan” ujar pemilik gelar adat Datuk Wira Lela Segara dari Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau.
Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan juga sangat bernas.

Usai Sesi pertanyaan, Dr. Marsetio menguji kepiawaian Berbahasa Inggris mahasiswa baru UMRAH. “Kemampuan bahasa Inggris ini sangat penting untuk daya saing” kata Dr. Marsetio.

Kemudian Ia menantang para mahasiswa baru yang memiliki skor TOEFL tinggi untuk maju dan berpidato dalam bahasa inggris. Empat orang mahasiswa baru kemudian maju dan beradu kebolehan masing-masing dalam berpidato dalam bahasa inggris.

Sorak sorai dan tepuk tangan membahana di seisi ruangan ketika ke empat orang mahasiswa baru tersebut berpidato dengan sangat lancar dalam bahasa inggris.

Sebagai wujud penghargaan dari Dr. Marsetio terhadap mahasiswa yang berpidato dalam bahasa inggris yang baik dan lancar, Dr. Marsetio memberikan buku yang ia tulis yang bertajuk “Sea Power Indonesia” edisi bahasa inggris kepada mahasiswi bernama Ivon yang dia nilai paling baik dalam berpidato.

Tiga orang mahasiswa lainnya juga mendapatkan buku berjudul sama edisi bahasa Indonesia. Usai berfoto bersama, Dr. Marsetio kemudian mengakhiri sesi kuliah Umumnya dan berjanji akan datang setiap tahun ke UMRAH untuk memberikan kuliah umum tentang Maritim(dip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here