umrah.ac.id-Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melakukan ujicoba wahana bawah laut tanpa awak atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV) di pesisir Tanjungsiambang, Pulau dompak, Selasa(16/2/2015). Ujicoba perdana ini dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan , disaksikan langsung oleh rektor UMRAH, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc.

LAUV

Ujicoba ini menandakan bahwa UMRAH  merupakan satu-satunya perguruan tinggi  di Indonesia yang memiliki wahana bawah laut tanpa awak ( AUV) yang berukuran kecil dan portabel dengan berat sekitar 25 kg dan panjang 180 cm.

UMRAH Light Autonomous Underwater Vehicle (LAUV) adalah identitas yang disematkan pada AUV yang memiliki kemampuan jelajah sampai kedalaman 100 meter dengan kecepatan maksimal  4 knot.

UMRAH LAUV ini dilengkapi dengan Kemampuan Side Scan Sonar, Forward Looking Echo sounder, Doppler Velocity Log (DVL), Kamera video resolusi tinggi (720p) dan juga mampu mengukur suhu, salinitas, arus, chlorophyl, kedalaman dan beberapa parameter lainnya yang di program untuk itu.

Melalui teknologi komunikasi  WIFI, Modem Akustik, GSM/HDSPA dan Satelit Iridium, UMRAH LAUV ini dapat menerima perintah dari pengguna dan kemudian LAUV mengirimkan data hasil perekaman secara real time. Skenario penggunaan LAUV ini dimungkinkan untuk berbagai kepentingan seperti; pengawasan dan pengamanan bawah laut, pencarian objek/target dibawah laut , penelitian arkeologi bawah laut, inspeksi pipa bawah laut, survey hidrografi, penilaian secara cepat lingkungan bawah laut, pemetaan pengerukan di dasar laut dan riset oseanografi.

Melalui penggunaan alat ini para peneliti UMRAH diharapkan dapat melakukan eksplorasi sumber daya kemaritiman di Laut Cina Selatan yang masih penuh misteri dan belum terjamah oleh atmosfer akademik.

Sekilas Tentang AUV

AUV (Autonomous Underwater Vehicle) ini sendiri merupakan kendaraan yang
bergerak di bawah air tanpa memerlukan intervensi operator atau dapat dikatakan
sebagai robot yang berjalan di dalam air dengan bantuan propeller (propultion
system) dikendalikan dan dikemudikan oleh komputer melalui pre-programming system.

AUV ini pertama kali dikembangkan di Laboratorium Fisika
Terapan di University of Washington pada awal 1957 oleh Stan Murphy, Bob Francois dan kemudian diteruskan oleh Terry Ewart. Seiring perkembangan zaman, instrumen ini terus berevolusi hingga kini memiliki ukuran lebih kecil  dan ringan,sehingga memudahkan pengguna dalam memobilisasi peralatan ini .

(DIP/FIKP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here