Presiden Republik Indonesia Joko Widodo belum lama ini, bertemu dan berdiskusi dengan Para Rektor perguruan tinggi Negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/8).

Para Rektor PTN yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) itu adalah Prof.Dr.Ravik Karsidi, M.S. (UNS), Prof.Dr. Ir. Hery Suharyanto, M.Sc. (IPB), Prof.Dr.Ir. Kadarsih Suryadi, DEA (ITB), Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. (Unhas), dan Prof.Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc.(Universitas Maritim Raja Ali Haji – UMRAH).

Prof. Syafsir Akhlus, Rektor UMRAH sekaligus Wakil Sekretaris Jendral MRPTNI menuturkan, presiden menyampaikan keinginannya untuk berkunjung ke UMRAH.

Keinginan presiden ini disampaikan langsung usai rapat dan minta agar segera dikoordinasikan dengan Menristekdikti. Hal ini disebabkan ia menaruh minat yang cukup tinggi untuk pengembangan bidang maritim.

”Seperti konsep yang kita terapkan bahwa setiap jurusan mengarah kemaritiman, diantaranya ekonomi maritim, teknik, kelautan serta lainnya,” ujar Prof. Akhlus

Jadi mahasiswa nantinya bisa memajukan daerah-daerah di pulau. Diantaranya para mahasiswa sedang melakukan penelitian menghasilkan energi listrik dari matahari. Ini akan diterapkan di pulau-pulau yang hingga kini masih minim energi listrik dari PLN.

Pada pertemuan tersebut Presiden RI Joko Widodo memaparkan visi misi tentang tantangan dinamika bidang ilmu dan keahlian untuk masa depan. Sehingga, meminta agar perguruan tinggi Indonesia harus mampu mengantisipasi munculnya bidang ilmu dan keahlian baru yang berbeda dengan bidang ilmu dan keahlian klasik yang saat ini sedang dijalankan di perguruan tinggi masing-masing.

Presiden memberi arahan agar dibuka fakultas dan program studi yang merespon kebutuhan masa depan pembangunan nasional, seperti logistics platform, retail platform, digital media, artificial inteligence, dan sebagainya. Untuk itu, Presiden menekankan perlunya fleksibilitas dalam pembukaan program studi.

Dalam pertemuan itu juga, MRPTNI menyinggung soal kemanfaatan inovasi untuk pembangunan. MRPTNI mengusulkan kepada Presiden agar investor, swasta, maupun pemda yg memanfaatkan inovasi guna pembangunan perekonomian agar memperoleh insentif

”Selain itu, Pak Joko Widodo juga meminta kepada setiap pimpinan perguruan tinggi untuk meneguhkan kembali semangat berbangsa dan bernegara melalui empat pilar kebangsaan kepada para mahasiswa. Khususnya para mahasiswa baru angkatan 2017,” jelas Syafsir Akhlus, kemarin.

Pada sesi diskusi itu, presiden yang didampingi oleh Mensesneg Pratikno dan Menristekdikti, Mohammad Nasir membahas masukan-masukan yang disampaikan peserta rapat. Salah satunya yaitu Deklarasi Sumbawa yaitu usulan yang diajukan oleh Kelompok Kerja Forum Rektor Indonesia 2017 bidang Maritim yang diketuai oleh Rektor UMRAH Syafsir Akhlus. (MRPTNI/Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here