Dompak, umrah.ac.id – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berencana menambah satu program studi baru yang relevan dengan potensi daerah Kepulauan Riau, yaitu Program Studi Sarjana Pariwisata.

Persiapan pendirian program studi ini ditandai dengan digelarnya Workshop Pendirian Program Studi Pariwisata di ruang rapat lantai 3, Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMRAH, Senin (21/8/2017).

Workshop ini dihadiri oleh Wakil Rektor I UMRAH, Prof Dr. Rayandra, Dekan FISIP, Bismar Arianto, M.Si, Tim penyusun proposal pendirian Prodi Pariwisata, Wahjoe Pangestoeti, turut serta pihak stakeholder pariwisata Tanjungpinang, Sapril Sembiring, Ketua ASITA Tanjungpinang.

Sapril Sembiring sebagai stakeholder pariwisata menyarankan Program Studi Pariwisata UMRAH ini sebaiknya berbasis Wisata bahari, dan agar dapat menghasilkan kompetensi pengelola atau manajer pariwisata bahari.

“Kalau program vokasi, pembangunan infrastruktur pendukung pembelajaran membutuhkan modal besar, seperti hotel praktikum” Ujar Sapril.

Selain itu menurut Sapril, UMRAH melalui tim penyusun proposal pendirian prodi Pariwisata ini mesti menggalang dukungan stakeholder Pariwisata daerah dengan cara menjalin komunikasi kepada Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Kepri, Dispar Kabupaten-kota, PHRI, serta ASITA agar program studi ini benar-benar dibutuhkan oleh daerah untuk kemajuan pariwisata

Sedangkan Wakil Rektor I, Prof. Rayandra mengatakan bahwa untuk tenaga pengajar nantinya tidak harus S2, namun bisa dicari dari praktisi yang memenuhi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang kemudian dilakukan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan syarat melampirkan berbagai macam sertifikat keahlian.

“Jadi yang sudah banyak pengalamannya, bisa dilakukan RPL untuk menjadi dosen, contohnya saja ibu Susi Pudjiastuti, lulus SMP, namun kemampuannya diakui sehingga menjadi menteri, kemudian dilakukan RPL, diketahui kompetensinya setara S3,  maka dianugerahkan Doktor Honoris Causa dari Undip. model seperti ini sangat dimungkinkan oleh Kementerian Ristekdikti” Ujar Prof. Ray, panggilan akrabnya.

Namun Prof Ray juga menambahkan, Dosen-dosen yang didapat dari RPL itu bukan untuk semuanya, tetap harus ada minimal dua orang dosen yang bergelar S2 Pariwisata.

Para peserta Workshop Pendirian Program Studi Pariwisata UMRAH

Dekan FISIP UMRAH, Bismar Arianto mengemukakan bahwa Prodi Pariwisata ini berbasis Pariwisata Bahari, tentu sifatnya multi-disiplin, sehingga perlu bersinergi dengan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dalam hal dosen pengajar dan pengembangan kemampuan spesifik seperti Kompetensi Diver.

Lanjutnya lagi, Prodi Pariwisata yang berbasis bahari/maritim mempunyai nilai tawar tinggi di era Presiden Jokowi ini karena isu maritim yang digaungkan presiden, serta Pariwisata menjadi penyumbang devisa nomor dua setelah pajak.

“Pada Proposal Pendirian Prodi ke Kementerian Ristekdikti, perlu disinkronkan dengan Rencana Induk Pariwisata Daerah, dan posisi Kepri sebagai penyumbang wisatawan nomor tiga di Indonesia” Ujar Bismar.

Hasil Workshop ini kemudian akan dijadikan dasar penguatan proposal pengajuan program studi pariwisata UMRAH di bawah naungan FISIP UMRAH, lalu kemudian diajukan secara daring melalui laman silemkerma.ristekdikti.go.id yang dikelola oleh Dirjen Kelembagaan IPTEKDIKTI Kemenristekdikti. Ditargetkan sekitar tahun 2018, izin prodi sudah diperoleh, dan penerimaan mahasiswa baru dapat dilaksanakan. (dip)

Fotografer, Reporter & Editor Teks : Adi Pranadipa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here