Senggarang – Minggu ke-empat bulan September ini menjadi minggu yang padat bagi Jurusan Teknik Elektro UMRAH, setelah sebelumnya dikunjungi Martin Hertz dari NUS, kini jurusan TE UMRAH dikunjungi oleh Dr. Sary Awad, ahli bahan bakar alternatif (alternative fuel) dari IMT Atlantique Nantes, Perancis, Jumat(29/9/2017).

Kunjungan Dr. Sary ini merupakan kunjungan perdananya ke Universitas Maritim Raja Ali Haji untuk memulai kerjasama dari perjanjian yang sudah di tanda tangani oleh beberapa pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia dan Perancis untuk membentuk FICEM ( French Indonesia Consortium in Engineering and Management) di acara Joint Working Group (JWG) pada tahun 2014 di Medan.

Pada  JWG 2017 di Yogyakarta lalu, Dr. Sary Awad  telah mengkonfirmasi ihwal  kunjungannya kepada Rektor UMRAH, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc dan Ketua Kantor Urusan Internasional, Deny Nusyirwan,S.T.,M.Sc.

Pagi harinya Dr. Sary terlebih dahulu bertemu Rektor UMRAH, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, yang didampingi Ketua Jurusan TE UMRAH, Eko Prayetno, Dosen TE UMRAH, Rozeff Pramana dan Deny Nusyirwan, Ketua Tim IRO UMRAH di rektorat UMRAH Dompak.

Dalam pertemuan tersebut Dr. Sary memaparkan mengenai penelitian mengenai energi alternatif dan biofuel. Terjadi diskusi yang menarik dan tukar menukar pengalaman dan ide untuk mempelajari potensi penelitian bersama (joint research).

Salah satunya adalah menghasilkan bahan bakar alternatif (alternatif fuel) dari sampah (waste), sampah rumah tangga (household wastes), sampah dan limbah dari industri elektronik, dari industri Garmen dan beberapa industri lain yang dipelajari untuk dapat bisa di oleh terlebih dahulu dengan menggunakan metode fat trap dan beberapa metode/proses sebelum di buang ke alam ataupun tempat pembuangan akhir.

Dalam pembicaraan, diharapkan agar peralatan pengolahan  tersebut dapat juga ditempatkan di perumahan yang memiliki tempat pembuangan sampah lokal.

Dosen TE UMRAH, Rozeff Pramana menyambut baik rencana penelitian bersama tersebut, Ia juga menyakinkan Dr. Sary Awad ihwal kesiapan dan kemampuan dosen beserta mahasiswa-mahasiswi jurusan teknik elektro untuk turut serta melakukan survey dan mapping mengenai waste for energy, dengan menjadikan Provinsi Kepulauan Riau sebagai Pilot Area Manta ini. Rencana Joint Research ini juga didukung penuh oleh Rektor.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Sary Awad didaulat oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro, Eko Prayetno untuk memberikan kuliah kepada mahasiswa dan mahasiswi jurusan TE di Auditorium Kampus UMRAH Senggarang dengan tajuk “Alternative Energy of The Transportation System for Archipelago Region“.

Dalam paparannya, Dr. Sary menjelaskan pentingnya menggunakan energi yang ramah lingkungan yang berkelanjutan (Environmental Friendly Sustainable Energy) dan beberapa teknik untuk mendapatkan bahan bakar (fuel) dari sampah dan plastik. Dalam kuliah Umum yang berdurasi kurang lebih dua jam itu juga ditayangkan Video mengenai fasilitas pengolahan sampah plastik  di laboratorium IMT Atlantique, Nantes.

Para mahasiwa sangat antusias mengikuti Presentasi dari Dr.Sary . Kuliah Umum ini diakhiri dengan tanya jawab. Tidak lupa Dr. Sary awad juga memotivasi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 di Perancis dengan memanfaatkan beberapa kemudahan yang didapat oleh UMRAH sebagai anggota FICEM.

Esoknya, Sabtu (30/9/2017) Dr. Sary Awad diajak oleh Anton Hekso,S.T.,M.Si dan Tony Suhendra,S.T,M.Si berkunjung ke SMA Negeri 4 untuk sosialisasi  mengenai energi alternatif dan berbagi tentang perkuliahan di luar negeri kepada siswa dan siswi.

Hal ini berkait kelindan dengan program dari kantor urusan internasional UMRAH untuk meminta setiap dosen tamu dari luar negeri yang didampingi oleh dosen dan mahasiswa/i untuk singgah di satu sekolah di Tanjungpinang atau Bintan dalam rangka internasionalisasi perguruan tinggi.

Usai berkunjung ke Sekolah, Dr. Sary Awad beserta rombongan dosen dan Mahasiswa juga mengunjungi daerah wisata Lagoi, Bintan, kemudian berkunjung ke Pulau Penyengat memperkenalkan wisata sejarah Pulau yang menjadi mas kawin Engku Putri itu.

Seperti halnya pada kunjungan tamu dari DCP NUS sebelumnya, tidak lupa Dr. Sary diperkenalkan dengan salah satu makanan khas daerah yaitu mie Tarempa dan mengunjungi Bintan Expo untuk memperkenalkan kabupaten bintan, tantang potensi daerah dan wilayah serta kerajinan masyarakatnya.

Diharapkan dari hasil kunjungan lapangan tersebut akan dapat memberikan informasi mengenai potensi daerah provinsi kepulauan riau yang dapat menunjang penelitian energi alternatif dan bio diesel untuk wilayah kepulauan.(IRO/TE)

Penulis : Deny Nusyirwan
Editor: Adi Pranadipa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here