PANGKAL PINANG – Dalam agenda Rapat Kerja Nasional Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) turut dilakukan penandatanganan Nota kesepahaman bersama (MoU) antara Perpustakaan Nasional RI dengan beberapa perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kamis (22/3) lalu di Pangkal Pinang. Kesepahaman bersama ini langsung ditandatangani oleh Drs. Muhammad Syarif Bando, M.M. (Kepala Perpustakaan Nasional RI) dan Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc. (Rektor UMRAH) selaku pucuk pimpinan masing-masing lembaga.

“Adapun tujuan dari MoU ini adalah sebagai landasan dalam melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan hubungan kelembagaan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan, pengembangan dan pembinaan perpustakaan di lingkungan masing-masing lembaga baik itu di UMRAH maupun di Perpustakaan Nasional itu sendiri”. Ungkap Prof. Akhlus

Dok BKKP Ristekdikti

Saat ditanya lebih lanjut mengenai ruang lingkup Nota kesepahaman bersama ini Rektor UMRAH menjawab secara rinci yaitu “Pertama Dalam hal pengembangan SDM Perpustakaan UMRAH, Kedua ruang lingkup Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Ketiga Pengembangan Pangkalan data Katalog Induk Nasional (KIN) dan repository digital Indonesia OneSearch (IOS), Keempat Pengembangan dan pemanfaatan bersama koleksi perpustakaan, Kelima ruang lingkup Pertemuan ilmiah, penelitian dan publikasi bersama dalam bidang perpustakaan, Keenam Penghimpunan dan pelestarian Karya Cetak Karya Rekam (KCKR), dan yang terakhir ruang lingkup dalam hal Perluasan jejaring perpustakaan baik itu lingkup nasional maupun internasional”. Ujar Prof. Akhlus dalam penjabarannya.

Denny Erfanosa, Kepala UPT. Perpustakaan UMRAH membenarkan bahwa telah dilakukannya MoU antara Perpustakaan Nasional RI dengan beberapa PTN salah satunya adalah UMRAH.

“Ya benar, kita baru saja MoU bersama Perpustakaan Nasional yang disejalankan dengan Rapat Kerja Nasional Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) di Pangkal Pinang”. Balas Kepala UPT. Perpustakaan UMRAH ini melalui pesan Whatsapp nya.

Perpustakaan menghadapi Revolusi Industri 4.0

Dunia saat ini menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan digitalisasi, ‘artificial intellegence’, ‘internet of things’ serta ‘big data’ memainkan peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Perpustakaan di perguruan tinggi pun mau tak mau harus beradaptasi serta berevolusi sehingga tidak terlindas perubahan zaman.

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengatakan bahwa perpustakaan harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“ Perpustakaan ke depannya tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk membaca buku ataupun mencari informasi, namun perpustakaan dapat menjadi working space tempat munculnya inovasi-inovasi baru. Perpustakaan juga dapat menjadi suatu virtual office,” ujar Sesjen Ainun seperti yang dikutip dari laman ristekdikti.go.id

Denny Erfanosa, Kepala UPT Perpustakaan sepakat dengan hal tersebut. Dia mengatakan dalam praktiknya UPT Perpustakaan UMRAH dibantu oleh UPT PTIK sudah mulai memanfaatkan Teknologi informasi dalam layanan Perpustakaan.

“Kami sudah menerapkan Katalog Online yang diberi nama Kutubkhanah, yang bisa diakses  secara daring di alamat opac.lib.umrah.ac.id , serta melanggan jurnal-jurnal elektronik terkemuka” Ujar Denny ketika ditemui di ruang kerjanya.

Kemudian dia menambahkan bahwa Wakil Rektor II sudah menginstruksikan kepada UPT Perpustakaan untuk juga memanfaatkan Gedung Perpustakaan Lantai I Dompak yang selama ini dijadikan kelas sementara.

“Kami sudah survei kondisinya atas arahan Pak WR II, insya Allah bakal difungsikan sebagai Perpustakaan Pusat kalau sudah selesai pembenahannya” Ujar Denny menutup perbincangan (Redaksi Teraju/Adi Pranadipa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here