Tanjungpinang – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan(FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar serangkaian kegiatan sempena merayakan Bulan Bahasa yang jatuh di bulan Oktober.

Peringatan Bulan Bahasa oleh PBSI FKIP Tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, pelibatan berbagai elemen internal FKIP dan eksternal Universitas yang terkait dengan Bahasa dan Sastra membuat perhelatan tahunan Prodi PBSI FKIP ini lebih meriah.

Rangkaian Kegiatan Perayaan Bulan Bahasa PBSI FKIP UMRAH ini diawali dengan Pergelaran Sastra dan Seni dengan tajuk “Bahasa sebagai pilar pembangunan jiwa seni generasi bangsa.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA PBSI) bersama Laboratorium Bahasa dan Sastra Indonesia yang dilaksanakan di ruang Auditorium Dompak, Jumat(12/10).

Dalam kegiatan tersebut ditampilkan berbagai pertunjukan sastra dan seni seperti Bedah novel berjudul 121 hari di Shimatsuma karya Julian Anggar K.S dan Novel Pesantren untuk Asyfi karya Ika Indriyani. Dua orang penulis novel ini sendiri merupakan mahasiswa dari Prodi PBSI.

Kedua novel tersebut terbit pada pertengahan tahun 2018 sehingga masih sangat hangat untuk diperbincangkan. Tak hanya bedah novel saja, sesi pertunjukan teater, musikalisasi puisi, visualisasi, dramatisasi pantun, kabaret, dan standup comedy  juga disambut antusias.

Kepala Laboratorium Bahasa dan Sastra Indonesia, Tessa Dwi Leoni mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang sedemikian rupa agar mampu meningkatkan keaktifan dan kecintaan mahasiswa terhadap dunia sastra dan seni.

“Jadi, sastra bukanlah sekedar materi yang dipelajari pada saat perkuliahan. Pergelaran yang diadakan diharapkan mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melahirkan bakat-bakat yang terpendam.” ujar alumni Pascasarjana UPI Bandung ini saat ditemui di Auditorium UMRAH Dompak.

Masih dalam rangkaian perayaaan bulan bahasa, Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Boedak Bilik Sastra (BBS) FKIP UMRAH menggelar acara yang bertajuk Malam Minggu Baper Bareng BBS di lapangan Pamedan A. Yani Tanjungpinang, Sabtu(20/10).

Malam Minggu Baper Bareng BBS ini terwujud atas kerjasama UKMF BBS dengan Dewan Kesenian Kepulauan Riau. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang publik  agar seluruh masyarakat Tanjungpinang ikut merasakan meriahnya perhelatan bulan bahasa yang diadakan oleh FKIP UMRAH tahun ini.

Hangat dan emang bikin baper, itu kesan dari acara ini. Terlebih pada saat Husnizar Hood selaku Ketua Dewan Kesenian Kepulauan Riau sekaligus penyair senior Kepri membacakan beberapa puisi cinta ciptaannya sendiri yang terangkum di dalam buku 50 Puisi pada 50 Tahun Husnizar Hood.

Dalam sambutan sebelum penampilan di panggung, Husnizar yang akrab dipanggi Bang Nizar sangat mendukung seluruh aktivitas yang menyangkut dunia sastra dan seni. Beliau berharap, dari kegiatan-kegiatan tersebut akan bermunculan sastrawan-sastrawan baru yang karya-karyanya mampu mengguncang dunia kesusasteraan Indonesia, khususnya Kepulauan Riau.

Malam Minggu penonton semakin dibuat baper dengan pembacaan puisi oleh Fatih Muftih, seorang sastrawan muda Kepulauan Riau yang juga merupakan alumni FKIP UMRAH dan juga redaktur Tanjungpinang Pos edisi Minggu.

Sebagai penyelenggara UKMF Boedak Bilik Sastra tak mau kalah. dari atas panggung Mobil Panggung DKKR, penampilan musikalisasi puisi serta visualisasi puisi oleh UKMF BBS ini mampu menjaga mood penonton hingga enggan beranjak.

Puncak dari rampai kegiatan perayaan Bulan Bahasa FKIP UMRAH adalah Seminar Bulan Bahasa, yang digelar di Auditorium Dompak, Senin(22/10).

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Prodi PBSI FKIP UMRAH dengan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau. Medri Osno, S.S.,M.Hum. dari Kantor Bahasa Kepri didaulat sebagai pemateri utama.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh beberapa dosen dan mahasiswa dari berbagai jurusan di UMRAH, terlihat antusias mahasiswa terhadap upaya pemeliharaan dan pelestarian bahasa daerah maupun nasional.

Dari pemaparan materi yang disampaikan, Medri mengajak seluruh mahasiswa untuk mulai menginventaris seluruh kosa kata Melayu yang belum masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sehingga secara tidak langsung hal ini dapat menjadi upaya dalam pemertahanan dan memperkaya lema kosa kata bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Berkait kelindan dengan yang yang disampaikan Medri, Dekan FKIP, Dr. Abdul Malik, M.Pd. saat membuka acara peringatan Bulan Bahasa juga mengajak segenap civitas akademika terutama FKIP untuk selalu mencintai bahasa Indonesia, memelihara bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing, sehingga ketiga bahasa itu mampu menjadi pilar pembentuk karakter bangsa kokoh dan bermartabat.(FKIP)

Kontributor : Tessa Dwi Lioni, FKIP
Editor: Adi Pranadipa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here