Bandar Pagoh, Muar, Johor, Malaysia – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menorehkan jejak internasional melalui partisipasi aktif Dr. Nina Adriani dalam kegiatan akademik “Beyond Chalk and Talk: Active Teaching for Skill Development” di Politeknik Tun Syed Nasir Syed Ismail pada 3 Juli 2025. Kehadiran Dr. Nina, dosen Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMRAH, tidak hanya menjadi representasi institusi, tetapi juga membawa misi untuk membagikan gagasan inovatif UMRAH mengenai pengembangan strategi pembelajaran aktif di pendidikan tinggi.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Ts. Sazaliana Binti Sapian, Timbalan Pengarah Akademik politeknik, ini menjadi forum penting bagi UMRAH untuk menjalin kolaborasi akademik lintas negara. Setelah sambutan pembukaan, Ts. Aina Fathiah Binti Zuhaidi selaku Ketua Jabatan Kimia memperkenalkan Jabatan Teknologi Kimia Makanan (JTKM), menandai awal kerja sama potensial antara UMRAH dan politeknik tersebut.
Dalam sesi syarahan umum, Ts. Sazaliana Binti Sapian memaparkan materi tentang Kaedah Pengajaran Berasaskan Kemahiran, menekankan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di industri makanan dan kimia. Paparan ini menjadi landasan bagi diskusi lebih lanjut yang melibatkan kontribusi UMRAH.





Puncak acara bagi UMRAH adalah paparan Dr. Nina Adriani yang mengangkat tema “Designing Tasks that Teach: Skill-Focused Strategies for Engaged Learners”. Dr. Nina dengan bangga membagikan pengalaman UMRAH dalam penerapan metode pengajaran aktif di Program Studi Pendidikan Kimia yang berhasil meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan keterampilan mahasiswa. Kesempatan ini juga dimanfaatkan Dr. Nina untuk memperkenalkan lebih jauh profil dan keunggulan UMRAH kepada para peserta seminar.
Dr. Nina menegaskan bahwa dosen, termasuk di UMRAH, perlu berani meninggalkan pola ajar konvensional dan mulai merancang tugas pembelajaran yang memadukan teori dan praktik. Filosofi ini selaras dengan visi UMRAH untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai konsep, tetapi juga memiliki keterampilan aplikatif yang dibutuhkan di dunia kerja dan masyarakat.
Kegiatan ini berlanjut dengan perbincangan mendalam mengenai potensi kolaborasi akademik antara Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UMRAH dan JTKM Politeknik Tun Syed Nasir Syed Ismail. Rencana kerja sama yang dibahas meliputi joint research, pelatihan, pertukaran keahlian, pemanfaatan fasilitas laboratorium, hingga pengembangan kurikulum bersama yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di kedua negara.
Para peserta seminar juga berkesempatan mengunjungi beberapa laboratorium unggulan di politeknik tersebut, seperti C2 Oil and Fat Analysis Lab, C5 Oil and Fat Processing Pilot Plant, serta C14 Bakery Lab. Kunjungan ini membuka peluang sinergi riset bersama di bidang analisis minyak dan lemak serta industri pangan, memperluas jangkauan riset UMRAH.
Sebagai langkah konkret, kedua institusi berencana menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada akhir Oktober 2025. Nota kesepahaman ini diharapkan menjadi payung hukum bagi pelaksanaan program kolaborasi akademik dan penelitian yang lebih luas di masa mendatang, memperkuat posisi UMRAH di kancah internasional.
Dr. Nina Adriani menyampaikan harapan besar UMRAH agar kerja sama ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, dan negara. “Kolaborasi lintas negara seperti ini penting untuk membangun jejaring akademik yang kuat, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mencetak lulusan berdaya saing global,” ujar Dr. Nina, menegaskan komitmen UMRAH dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul.
Editor: Adi Pranadipa