UMRAH raih Hibah Kurikulum Kampus Merdeka

TANJUNGPINANG – Setelah mengikuti seleksi nasional Hibah Kerjasama Kurikulum kampus Merdeka, Tiga Program Studi (prodi) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Lolos seleksi untuk meraih Bantuan Prodi Kerja sama kurikulum merdeka belajar-kampus merdeka (KMBK) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Senin (31/8)

Tiga Program studi tersebut adalah Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan(FIKP), Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik(FISIP) dan Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik(FT). Melalui hibah ini UMRAH didorong untuk menciptakan kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa

Ketua Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik, Ferdi Chahyadi, S.Kom., M.Cs mengatakan perolehan ini merupakan tindak lanjut dari proposal yang diajukan bersama program studi lainnya di UMRAH

“kita sudah menjalin kerjasama  dengan mitra baik instansi pemerintah dan industri, guna peningkatan kualitas keahlian mahasiswa apalagi sekarang melalui program pemerintah ini adanya pengakuan akademik yaitu tambahan Sistem Kredit Semester (SKS) yang ditempuh, jadi selain mendapatkan pengalaman kerja diluar kampus, ini juga akan mempercepat proses masa belajar karena target SKS nya terpenuhi”, ungkapnya

Lebih lanjut Ferdi menjelaskan saat ini Teknik Informatika telah melakukan mitra kerjasama dengan beberapa perusahaan berskala nasional dan global seperti Oracle Academy, MikroTik, Apple Academy, Tokopedia, Dicoding, Pelindo, IT Center BP Batam dan beberapa industri besar di Batam

“Kita ingin alumni UMRAH juga sejajar dengan lulusan kampus dunia terkait skil dan keterampilannya di bidang IT sehingga nanti mereka bisa bersaing di dunia kerja baik di lokal, nasional dan regional asia tenggara”, tambahnya

Senada dengan Ferdi,Ketua Prodi Ilmu Kelautan FIKP, Aditya Hikmat Nugraha, M.Si telah menyiapkan 8 kegiatan yang akan menjadi penilaian SKS untuk mendukung kurikulum kampus medeka seperti Pertukaran Pelajar, Magang/Praktik Kerja, Assistensi Mengajar, Penelitian/Riset, Proyek Kemanusian, Wirausaha, Studi Proyek Independen, dan KKN Tematik

“Sebenarnya kurikulum kampus merdeka ini sudah kita jalankan karena sebagian kegiatan akademik itu merupakan komponen dari program kampus merdeka itu sendiri, dan kedepannya kerjasama dengan mitra ini akan kita perluas sehingga keterampilan dan wawasan mahasiswa juga jauh lebih berkembang”, ujarnya

Menurut Aditya, 8 kegiatan yang telah disiapkan ini akan mampu menciptakan mahasiswa yang berdaya saing, kompeten dan siap dalam menghadapi dunia kerja di era distrupsi ini. “Program MBKM adalah sejumlah kegiatan belajar mahasiswa Sarjana Satu (S-1) di luar kampus yang akan diberikan bobot penilaian Sistem Kredit Semester (SKS). Hal itu merupakan bagian dari kebijakan Kampus Merdeka yakni hak belajar tiga semester di luar program studi dan di luar kampus”, tambahnya

“Diharapkan dengan program MB-KM mahasiswa dapat memiliki kebebasan menentukan rangkaian pembelajaran, sehingga tercipta budaya belajar yang mandiri, lintas disiplin, dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman yang berharga untuk diterapkan”, ucap Aditya seraya menyampaikan harapannya

(Tim Humas UMRAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here