Dosen UMRAH Kembangkan Kalkulator Carbon Offset Berbasis Mangrove

Inovasi berbasis web membantu masyarakat dan wisatawan menghitung emisi perjalanan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui konservasi mangrove.

TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Salah satunya melalui inovasi Rhizophora Carbon Offset Calculator, aplikasi berbasis web yang dikembangkan oleh Henky Irawan, pengembang teknologi lokal dari Living Lab Mangrove Information & Training Center UMRAH.

Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu masyarakat menghitung emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas transportasi sehari-hari secara praktis. Kehadiran aplikasi ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak emisi kendaraan sekaligus mendorong aksi nyata dalam upaya konservasi mangrove di wilayah Kepulauan Riau.

Melalui aplikasi Rhizophora Carbon Offset Calculator, pengguna dapat menghitung estimasi emisi berdasarkan moda transportasi yang digunakan dan jarak tempuh. Pengguna cukup memilih jenis moda transportasi, memasukkan jarak perjalanan, kemudian menentukan target durasi untuk mencapai kondisi impas emisi atau carbon offset.

Setelah data dimasukkan, sistem akan menampilkan jumlah emisi gas buang yang dihasilkan. Selanjutnya, emisi tersebut dikonversikan ke dalam kebutuhan bibit mangrove Rhizophora sp. sebagai bagian dari upaya menetralkan dampak emisi perjalanan.

“Sistem aplikasi bekerja dengan kalkulasi yang sangat mudah. Masyarakat tinggal memindai QR Code untuk menggunakan aplikasi ini, dan wisatawan bisa menghitung emisi perjalanan mereka secara mandiri,” ujar Henky Irawan.

Teknologi untuk Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Tidak berhenti pada fungsi kalkulasi emisi, inovasi tersebut juga dikembangkan untuk menghubungkan aksi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Henky Irawan telah menyerahkan aplikasi tersebut secara gratis kepada dua komunitas lokal, yakni Mangrove Bintan Lestari dan Pengudang Bintan Mangrove. Melalui skema ini, wisatawan maupun masyarakat yang ingin melakukan carbon offset dapat membeli bibit mangrove secara langsung dari komunitas lokal sekaligus memanfaatkan jasa penanaman yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Skema tersebut membuka peluang terciptanya hubungan antara aktivitas wisata, kesadaran lingkungan, konservasi mangrove, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan demikian, aksi untuk mengurangi dampak emisi tidak hanya berhenti pada penghitungan, tetapi dapat dilanjutkan melalui kegiatan penanaman mangrove yang melibatkan masyarakat lokal.

Komunitas masyarakat lainnya juga dapat memanfaatkan aplikasi tersebut secara gratis. Pengelola pembibitan mangrove cukup memindai QR Code atau mengakses tautan aplikasi yang telah tersedia untuk menggunakan layanan kalkulasi emisi.

Perkuat Konservasi Mangrove Berbasis Teknologi

Pengembangan Rhizophora Carbon Offset Calculator merupakan bagian dari langkah Living Lab Mangrove Information & Training Center UMRAH dalam memperkuat ekosistem konservasi, wisata, dan edukasi mangrove.

Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan konservasi diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus memberikan alternatif edukasi yang lebih mudah dipahami karena masyarakat dapat melihat secara langsung hubungan antara aktivitas transportasi, emisi karbon, dan kebutuhan aksi konservasi.

Menurut Henky, pengembangan inovasi tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan penanganan perubahan iklim, ekosistem laut, serta ekosistem daratan.

“Langkah nyata ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13, 14, dan 15,” ujarnya.

Kedepan, Living Lab UMRAH akan mengembangkan lebih lanjut pemanfaatan sistem tersebut melalui rekognisi Carbon Offset bagi individu maupun instansi untuk berbagai kebutuhan. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas manfaat aplikasi sekaligus menciptakan peluang baru bagi masyarakat yang bergerak dalam pembibitan dan penanaman mangrove.

Integrasi teknologi dengan konservasi tersebut diharapkan mampu menciptakan arus pendapatan baru bagi masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di Kepulauan Riau.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba menghitung estimasi emisi perjalanan melalui Rhizophora Carbon Offset Calculator, aplikasi dapat diakses melalui laman: https://rhizophora-carbon-offset-calculator.onhercules.app/ atau scan Kode QR berikut:

Melalui inovasi tersebut, UMRAH menunjukkan bahwa pengembangan teknologi di perguruan tinggi dapat diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan solusi digital, tetapi juga untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kolaborasi antara inovasi, konservasi mangrove, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat pesisir menjadi bagian dari upaya UMRAH menghadirkan manfaat langsung bagi wilayah kepulauan.

Sebagai Maritime Civic Civilization University, UMRAH terus mendorong lahirnya inovasi yang berpijak pada karakteristik wilayah maritim dan kepulauan. Pengembangan Rhizophora Carbon Offset Calculator menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian lingkungan sekaligus membuka ruang partisipasi dan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir Kepulauan Riau. (RAS/Humas)