FISIP UMRAH dan NTU Singapura Jalin Kolaborasi Penelitian untuk Perlindungan Ekosistem Mangrove di Bintan

TANJUNGPINANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menerima kunjungan akademik dari peneliti Nanyang Technological University (NTU) Singapura pada Jumat (12/9), di Gedung FISIP UMRAH. Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya terkait perlindungan ekosistem mangrove di Bintan.

Pertemuan ini dihadiri oleh Dekan FISIP UMRAH, Dr. Sayed Fauzan Riyadi, S.Sos., IMAS, bersama sejumlah akademisi UMRAH, antara lain Dr. Atika Thahira, S.H., M.H. (Ilmu Hukum), Aditia Ayu Rahma Nabila, S.T., M.T. (Teknik Industri), serta Zuleriwati A.S., S.Si., M.T., M.Eng. (Perencanaan Wilayah dan Kota). Hadir pula Annisa Alif Nur Nariyah, Ketua Komunitas Hukum Internasional (ILSCo) UMRAH, sebagai perwakilan mahasiswa.

Dalam diskusi, kedua belah pihak menekankan urgensi perlindungan kawasan pesisir yang semakin terancam akibat alih fungsi lahan, aktivitas ekonomi, dan dampak perubahan iklim. Sebagai langkah tindak lanjut, UMRAH dan NTU sepakat menjajaki pengembangan manual daring dwibahasa (Indonesia–Inggris) yang dapat diakses oleh masyarakat pesisir. Manual tersebut dirancang menjadi panduan praktis untuk rehabilitasi mangrove, transplantasi karang, serta inisiatif perlindungan pesisir lainnya.

“Perlindungan mangrove dan ekosistem pesisir bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga terkait erat dengan aspek hukum laut dan maritim. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan panduan yang tidak hanya praktis bagi masyarakat, tetapi juga memiliki dasar hukum yang jelas. Dengan demikian, kegiatan penanaman kembali mangrove maupun transplantasi karang dapat berjalan lebih terarah, terlindungi secara legal, dan diakui dalam tata kelola sumber daya pesisir yang berkelanjutan,” ujar Dr. Atika Thahira, S.H., M.H., dosen Ilmu Hukum UMRAH.

Perwakilan NTU menambahkan, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penelitian akademis, tetapi juga diarahkan untuk membangun kapasitas lokal melalui pendekatan partisipatif. Prosesnya akan melibatkan organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, hingga komunitas pesisir sebagai mitra utama.

Selain pengembangan manual daring, pertemuan juga menekankan kontribusi kolaborasi ini terhadap agenda ketahanan iklim jangka panjang. UMRAH dan NTU berkomitmen mendukung masyarakat pesisir Bintan dalam memperkuat kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim melalui pendekatan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Dengan inisiatif ini, UMRAH kembali menegaskan perannya sebagai pusat keilmuan maritim yang aktif membangun jaringan internasional, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

KONTRIBUTOR: Muhammad Syafiq – UKM Risalah Maritim
EDITOR: Rendi A. Saputra – Humas UMRAH

Scroll to Top