Gedung Fakultas Kedokteran UMRAH Hampir Rampung, Tonggak Baru Lahirnya Dokter untuk Negeri Kepulauan

TANJUNGPINANG – Di wilayah yang terbentang oleh laut dan gugusan pulau, akses terhadap layanan kesehatan bukan sekadar kebutuhan melainkan harapan yang terus diperjuangkan. Di Kepulauan Riau, jarak antarpulau, keterbatasan fasilitas, dan distribusi tenaga medis menjadi tantangan nyata yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Di tengah realitas itulah, sebuah bangunan perlahan berdiri kokoh di kawasan kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Bukan sekadar gedung bertingkat, tetapi simbol tekad dan komitmen untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi kesehatan daerah.

Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran UMRAH kini telah mencapai 88,4 persen dan ditargetkan rampung pada 26 April 2026. Angka itu bukan hanya statistik progres proyek. Ia adalah penanda bahwa mimpi menghadirkan pendidikan dokter berkualitas di wilayah kepulauan semakin mendekati kenyataan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan, Agnes Andam Sari, S.Kom, memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.“Perkembangan fisik saat ini telah mencapai 88,4 persen. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh tahapan selesai tepat waktu dan sesuai standar mutu yang ditetapkan,” ujarnya.

Proyek ini didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) instrumen pembiayaan negara yang mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan tinggi, khususnya pada sektor strategis seperti kesehatan.

Namun di balik dukungan anggaran dan progres konstruksi, tersimpan narasi yang lebih besar: tentang kemandirian daerah.

Selama bertahun-tahun, kebutuhan tenaga dokter di wilayah kepulauan masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak sederhana. Distribusi tenaga medis yang belum merata membuat sebagian masyarakat harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan kesehatan yang memadai. Di sinilah peran pendidikan kedokteran lokal menjadi sangat penting, melahirkan dokter yang memahami karakter geografis, sosial, dan budaya masyarakat pesisir.

Rektor UMRAH, Prof. Agung Dhamar Syakti, memandang pembangunan gedung ini sebagai investasi masa depan.“Kehadiran Gedung Fakultas Kedokteran ini adalah wujud tanggung jawab kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa putra-putri daerah memiliki akses untuk menjadi dokter tanpa harus jauh meninggalkan tanah kelahirannya. Lebih dari itu, kami berharap mereka kelak kembali mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Menurut Prof. Agung, pembangunan ini bukan sekadar menambah fasilitas kampus, melainkan membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. UMRAH berkomitmen menjaga proses pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan memenuhi standar kualitas yang ketat karena kepercayaan publik adalah fondasi utama institusi pendidikan.

Kelak, di ruang-ruang kelas dan laboratorium gedung ini, mahasiswa kedokteran akan belajar memahami anatomi tubuh manusia, mendiagnosis penyakit, serta mengasah keterampilan klinis. Namun lebih dari itu, mereka akan belajar tentang empati, tentang bagaimana menjadi dokter yang hadir bagi masyarakat yang hidup di pulau-pulau kecil, di pesisir, dan di wilayah yang mungkin jauh dari pusat kota.

Gedung Fakultas Kedokteran UMRAH adalah bagian dari perjalanan panjang membangun kemandirian kesehatan daerah. Ia adalah jawaban atas kebutuhan nyata, sekaligus harapan agar pelayanan kesehatan di Kepulauan Riau semakin merata dan berkualitas.

Ketika bangunan ini nantinya resmi difungsikan, ia tidak hanya akan diisi oleh aktivitas akademik. Ia akan diisi oleh mimpi-mimpi anak daerah, oleh semangat pengabdian, dan oleh tekad untuk memastikan bahwa layanan kesehatan yang layak bukan lagi sesuatu yang jauh.

Dari kepulauan untuk negeri, UMRAH menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tumbuh bersama masyarakat, menghadirkan ilmu yang berdampak, dan menyiapkan generasi dokter yang siap mengabdi di garis depan kesehatan Indonesia. (RAS/Humas)

EDITOR: Rendi A. Saputra – Humas UMRAH | FOTO: Naufal – Tim SBSN UMRAH

Scroll to Top