Mahasiswa FEBM UMRAH Raih Medali Perak LETIN 8 Lewat Inovasi Smart IoT untuk Petani Tambak

TANJUNGPINANG — Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui inovasi pelampung pintar berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu petani tambak memantau kualitas air, tim mahasiswa FEBM UMRAH berhasil meraih Silver Medal (Medali Perak) pada Lomba Esai Tingkat Nasional (LETIN) 8 di Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat.

Prestasi tersebut diraih melalui karya esai berjudul “Smart IoT Buoy Monitoring System”, sebuah gagasan inovatif yang dirancang untuk membantu petani tambak di Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pemantauan kualitas air secara otomatis, akurat, dan real-time.

LETIN 8 yang diselenggarakan oleh Nusantara Muda di Universitas Andalas pada 11–12 Juli 2026 berlangsung kompetitif. Kompetisi ini diikuti 481 peserta yang tergabung dalam 143 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi, hanya 10 tim terbaik yang berhasil melaju ke babak final untuk mempresentasikan gagasan mereka secara langsung di hadapan dewan juri di Padang.

Tim FEBM UMRAH yang berhasil membawa pulang medali perak tersebut dipimpin oleh Muhammad Faisal, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2024. Ia berkolaborasi dengan Ralda Ayu Bintani dan Shalsa Dilla Vitriani, keduanya mahasiswa Program Studi Bisnis Digital angkatan 2024.

Wakil Rektor Apresiasi Capaian Mahasiswa

Wakil Rektor UMRAH Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., mengapresiasi capaian mahasiswa FEBM tersebut. Menurutnya, prestasi di tingkat nasional menunjukkan bahwa mahasiswa UMRAH memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan inovatif sekaligus berkompetisi di tingkat yang lebih luas.

“Capaian ini tentu sangat membanggakan bagi UMRAH. Prestasi mahasiswa FEBM dalam LETIN 8 menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu melahirkan gagasan inovatif yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Kami mengapresiasi kerja keras mahasiswa, dosen pembimbing, dan seluruh pihak yang telah mendukung proses hingga mereka berhasil meraih medali perak di tingkat nasional.” Ucapnya.

Dr. Suryadi menilai inovasi Smart IoT Buoy Monitoring System memiliki nilai lebih karena menghubungkan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat, khususnya sektor tambak di Kepulauan Riau.

“Kami berharap prestasi ini tidak berhenti pada pencapaian di kompetisi. Gagasan dan prototipe yang telah dikembangkan dapat terus disempurnakan sehingga memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kami juga mendorong mahasiswa UMRAH untuk terus berani mengikuti berbagai kompetisi, mengembangkan inovasi, dan membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya lagi seraya menaruh harapan.

Berawal dari Seleksi hingga Pengembangan Prototipe

Perjalanan tim menuju babak final dimulai sejak tahap seleksi awal pada April 2026. Setelah dinyatakan lolos pada Mei, tim melakukan persiapan intensif selama sekitar dua minggu bersama dosen pembimbing.

Persiapan tidak hanya difokuskan pada penyempurnaan materi presentasi, tetapi juga mencakup pengembangan prototipe fisik dari inovasi yang mereka gagas untuk dipresentasikan di hadapan dewan juri pada babak final. Tantanganpun muncul dalam proses persiapan. Tim harus membagi waktu antara aktivitas perkuliahan, latihan presentasi, dan pengembangan prototipe. Namun, komitmen serta kerja sama yang solid menjadi modal penting hingga akhirnya mereka mampu tampil sebagai salah satu tim terbaik dalam kompetisi tersebut.

Ketua tim, Muhammad Faisal, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mengikuti kompetisi nasional sekaligus dukungan yang diberikan UMRAH.

“Senang sekali rasanya bisa berangkat langsung ke Padang dan mendapat pengalaman berharga bertanding di tingkat nasional. Kami sangat bersyukur karena seluruh keberangkatan ini didukung dan disponsori penuh oleh kampus. Alhamdulillah, dukungan tersebut bisa kami bayar tuntas dengan membawa pulang hasil yang membanggakan untuk UMRAH,” ujar Muhammad Faisal.

Pengalaman Perdana di Kompetisi Nasional

Bagi ketiga mahasiswa tersebut, LETIN 8 menjadi pengalaman pertama mengikuti kompetisi nasional hingga tahap presentasi secara tatap muka. Selain meraih medali perak, keikutsertaan dalam ajang ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperluas jejaring dan bertukar wawasan dengan delegasi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan potensi kolaborasi lintas disiplin di lingkungan FEBM UMRAH. Perpaduan pengetahuan manajemen dan bisnis digital diwujudkan dalam sebuah gagasan teknologi yang diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya petani tambak di Kepulauan Riau.

Kedepan, tim berkomitmen melanjutkan pengembangan prototipe Smart IoT Buoy Monitoring System agar dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat tambak di Kepri. Mereka juga berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UMRAH lainnya untuk berani berkarya dan membawa nama universitas pada kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Prestasi ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa FEBM UMRAH dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya kompetitif dalam ajang akademik, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan potensi kemaritiman daerah. (RAS/Humas)