Mahasiswa KKN UMRAH Olah Mangrove Jadi Sabun, Dorong Ekonomi Warga Desa Ekang Anculai

BINTAN – Inovasi kreatif kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 26 pada Agustus 2025 yang lalu, para mahasiswa menginisiasi program pemanfaatan sumber daya alam lokal berupa pengolahan mangrove menjadi sabun mandi dan sabun cuci di Desa Ekang Anculai, Kabupaten Bintan.

Program ini bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus mengoptimalkan potensi alam mangrove yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. Ketua Kelompok KKN 26, Gery Aphira, menjelaskan bahwa Desa Ekang Anculai memiliki potensi besar dalam pengelolaan mangrove, baik dari sisi konservasi maupun ekonomi.

“Kami mengolah mangrove menjadi sabun mandi dan sabun cuci agar bisa menjadi produk unggulan lokal. Dengan pelatihan yang kami lakukan bersama narasumber berpengalaman, kami berharap masyarakat bisa terus mengembangkannya secara mandiri,” jelas Gery.

Program pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Ekang Anculai. Kepala Seksi Pemerintahan Desa, Wijiyono, menyampaikan apresiasi atas langkah mahasiswa UMRAH yang telah membantu membuka wawasan baru bagi warga.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan KKN ini karena membuka wawasan baru bagi warga dalam memanfaatkan potensi alam sekitar. Hutan mangrove kini bukan hanya sebagai pelindung ekosistem, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa inovasi mahasiswa tersebut sejalan dengan semangat pengabdian UMRAH untuk menghadirkan solusi berbasis potensi lokal.

“Inovasi pengolahan mangrove menjadi sabun ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa UMRAH dalam mendorong ekonomi berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Kegiatan seperti ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” terang Wahyudin.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMRAH berharap program pengolahan mangrove tersebut dapat menjadi produk unggulan desa sekaligus memperkuat identitas Ekang Anculai sebagai desa pesisir yang berdaya dan lestari.

LAPORAN: Rendi A. Saputra – Humas UMRAH

Scroll to Top