Perkuat Ketahanan Kepulauan, UMRAH Gabung Konsorsium Nasional Perguruan Tinggi untuk Mitigasi Bencana

TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) resmi bergabung dalam Konsorsium Nasional Perguruan Tinggi untuk Ketahanan Bencana Alam yang digagas Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Konsorsium tersebut diluncurkan pada 27 Januari 2026 di Universitas Sumatera Utara, Medan, sebagai respons atas meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi dan geologi di Indonesia, khususnya wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Keikutsertaan UMRAH dalam konsorsium nasional ini merupakan langkah strategis sebagai perguruan tinggi yang memiliki mandat dan kekhasan di bidang kemaritiman. Wilayah Kepulauan Riau yang didominasi pulau-pulau kecil dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam akibat perubahan iklim.

Sepanjang tahun 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 136 kejadian bencana di Kabupaten Natuna, yang didominasi cuaca ekstrem, banjir rob, dan tanah longsor. Kondisi serupa juga terjadi di Kepulauan Anambas, di mana abrasi pantai dan banjir rob semakin sering mengancam permukiman warga serta infrastruktur vital di wilayah perbatasan negara.

Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi, DEA mengatakan bahwa rentetan bencana tersebut tidak sekadar menjadi data statistik, melainkan alarm bagi dunia akademik untuk berperan aktif dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Melalui konsorsium ini, UMRAH berkomitmen melakukan sharing knowledge dan mengadopsi lesson learned dari para pakar kebencanaan nasional untuk menyusun model mitigasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.

Kepulauan Riau memiliki tantangan kebencanaan yang berbeda dibandingkan wilayah daratan besar. Beberapa kerentanan utama meliputi abrasi pantai dan kenaikan muka air laut, isolasi geografis yang menyulitkan distribusi bantuan serta evakuasi, serta keterbatasan sumber daya air akibat intrusi air laut pascabencana.

Menurut Prof. Agung sebagai tindak lanjut keikutsertaan dalam konsorsium, UMRAH telah menyiapkan dua langkah konkret dan berkelanjutan. Pertama, pembentukan Pusat Studi Mitigasi Bencana di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRAH, yang akan menjadi pusat riset penyusunan peta risiko serta pengembangan inovasi mitigasi berbasis kearifan lokal.

Kedua, pembukaan Program Studi Magister Mitigasi Bencana melalui Sekolah Pascasarjana UMRAH, guna mencetak sumber daya manusia unggul dan multidisipliner yang memahami kompleksitas kebencanaan wilayah kepulauan.

“Dengan bergabungnya UMRAH ke konsorsium ini, kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat pulau-pulau kecil yang paling rentan terhadap dampak bencana tidak hanya terdengar, tetapi menjadi dasar kebijakan dan tindakan nyata yang berkelanjutan. UMRAH siap berkolaborasi, belajar, dan memberi kontribusi nyata melalui riset serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang unggul dan relevan dengan kondisi lokal.” Ucap Rektor.

Melalui langkah ini, UMRAH menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa suara dan kebutuhan masyarakat pulau-pulau kecil masuk dalam agenda besar ketahanan bencana nasional, sekaligus menjadikan laut bukan sebagai pemisah, melainkan sebagai kekuatan dalam menghadapi ancaman alam. (RAS/Humas)

Scroll to Top