Rektor UMRAH Tegaskan Komitmen Pengelolaan Berkelanjutan TWP Timur Pulau Bintan
TANJUNGPINANG – Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Forum Pemangku Kepentingan Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan) bertajuk “Sinkronisasi Pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan” yang berlangsung di Galeri Tamadun Maritim, Gedung Satu Gurindam-Ismeth Abdullah, Kampus UMRAH Dompak, Sabtu (25/7).
Forum yang diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Permata Biru (Blue Lantern Foundation) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan UMRAH tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pengelola kawasan konservasi, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, hingga perwakilan masyarakat pesisir untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan kawasan konservasi laut secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam forum tersebut CEO Blue Lantern Foundation, M. Yusuf Rumaida, S.Pi., M.Si.; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Said Sudrajad, S.Sos., M.Si., yang mewakili Gubernur Kepulauan Riau; Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bintan, Mohd. Panca Azdigoena, M.Si., yang mewakili Bupati Bintan; Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, S.Sos.; Dekan FIKP UMRAH, Dr. Donny Apdillah, S.Pi., M.Si., serta para pimpinan perangkat daerah, akademisi, peneliti, pengelola kawasan konservasi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Prof. Agung menyampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau merupakan wilayah yang identitasnya tidak dapat dipisahkan dari laut. Dengan sekitar 96 persen wilayah berupa perairan, Kepri memiliki posisi strategis sebagai benteng maritim sekaligus koridor biodiversitas penting di Indonesia.
Menurutnya, TWP Timur Pulau Bintan memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi karena mencakup kawasan terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove yang menjadi habitat berbagai biota laut. Namun, kawasan tersebut juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan aktivitas manusia, dampak perubahan iklim, hingga perlunya tata kelola yang lebih kolaboratif dan adaptif.
Rektor UMRAH menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“UMRAH menegaskan komitmennya untuk selalu menjadi mitra penting dan strategis bagi pemerintah daerah, kementerian, organisasi non-pemerintah, serta masyarakat dalam mendukung konservasi, perlindungan laut, dan pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, UMRAH terus mengembangkan peran akademiknya melalui tiga fokus utama. Pertama, memperkuat riset berbasis bukti dan pemantauan ekologi untuk menghasilkan data ilmiah yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan. Kedua, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pemberdayaan masyarakat pesisir dan pengembangan citizen science. Ketiga, memberikan dukungan ilmiah kepada UPTD BLUD dalam penyusunan zonasi, kajian daya dukung wisata, serta pengembangan ekowisata bahari yang ramah lingkungan.


Prof. Agung berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi mampu menghasilkan komitmen bersama dan rencana aksi nyata dalam mewujudkan pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan yang efektif, mandiri, dan berkelanjutan.
“Pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan memerlukan integrasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha pariwisata, hingga masyarakat lokal. Sinergi inilah yang akan menjadi fondasi dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan forum ini, UMRAH kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi maritim yang tidak hanya menghasilkan kajian ilmiah, tetapi juga aktif menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 14 tentang Life Below Water. (RAS/Humas)
