UMRAH dan Polda Kepri Perkuat Sinergi Hexa-Helix melalui Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Kaum Duafa

TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama kaum duafa di Hall Galeri Tamadun Maritim, Gedung Satu Gurindam–Ismeth Abdullah, Kampus UMRAH Dompak, Senin (9/3). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara perguruan tinggi, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., para Wakil Rektor dan Dekan di lingkungan UMRAH, Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H., Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Agus Djurianto, S.H., Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si., Kajari Tanjungpinang Rahmad Surya Lubis, S.H., M.Hum, Dandim 0315/Tanjungpinang Kolonel Inf. Abdul Hamid, S.IP, Danlanud RHF Tanjungpinang Kolonel Pnb Rony Widodo, S.T., M.M., M.Hum, para Ketua BEM se-Tanjungpinang, serta perwakilan ormas, LSM, dan OKP.

Dalam sambutannya, Rektor UMRAH Prof. Agung Dhamar Syakti menyampaikan bahwa UMRAH merasa terhormat atas kunjungan Kapolda Kepri dan jajaran di kampus maritim tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi dan kepolisian memiliki kesamaan tanggung jawab dalam melayani masyarakat.

“UMRAH sebagai perguruan tinggi memiliki mandat pengabdian kepada masyarakat melalui Tri Dharma. Sementara kepolisian memiliki tugas mengayomi, melindungi, serta menjaga keamanan masyarakat. Sinergi kedua institusi ini sangat penting dalam membangun peradaban yang maju dan berkeadaban,” ujarnya.

Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui konsep Hexa-Helix, yaitu model kerja sama antara akademisi, pemerintah, dunia usaha dunia industri, masyarakat, media, dan aparat keamanan dalam mendorong inovasi dan pembangunan daerah.

“Dalam paradigma Hexa-Helix, kampus tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi aktif antara perguruan tinggi dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas masyarakat, media, serta institusi keamanan seperti Polri. Melalui kolaborasi ini, kita dapat menciptakan inovasi berbasis riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ilmu Pengetahuan dan Inovasi tanpa hukum adalah anarki dan sebaliknya hukum tanpa ilmu adalah Tirani,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prof. Agung menyampaikan bahwa UMRAH menyambut baik rencana pembentukan Pusat Studi Kepolisian-Kajian Penegakan Hukum Madani Maritim di lingkungan kampus. Menurutnya, keberadaan pusat studi tersebut akan menjadi wadah akademisi untuk mengkaji berbagai isu strategis, mulai dari keamanan maritim, hukum, hingga dinamika sosial kemasyarakatan di wilayah Kepulauan Riau.

“Dengan hadirnya Pusat Studi Kepolisian-Kajian Penegakan Hukum Madani Maritim di UMRAH, kami berharap dapat memperkuat pertukaran pengetahuan antara akademisi dan praktisi kepolisian. Hal ini tidak hanya memperkaya kajian ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam merumuskan solusi berbasis riset terhadap berbagai tantangan keamanan, khususnya di wilayah kepulauan dan kawasan maritim,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan bahwa kunjungan ke UMRAH bertujuan untuk mempererat komunikasi dan menjaga hubungan baik antara kepolisian dengan dunia akademik.

“Tujuan kami datang ke kampus ini adalah untuk menjalin komunikasi dan menjaga silaturahmi. Terima kasih kepada Pak Rektor dan seluruh jajaran UMRAH atas sambutan yang sangat baik,” ungkapnya.

Kapolda menilai posisi strategis Provinsi Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan dan jalur pelayaran internasional menuntut perhatian serius dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Wilayah Kepri ini sangat strategis, sehingga banyak hal yang harus diperhatikan terutama terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, kami perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan kampus UMRAH,” katanya.

Ia juga menyampaikan rencana kerja sama antara Polda Kepri dan UMRAH dalam bentuk sharing knowledge melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian-Kajian Penegakan Hukum Madani Maritim.

“Kami perlu masukan dari akademisi. Kampus adalah pusat ilmu pengetahuan. Apa yang disampaikan Pak Rektor bahwa UMRAH fokus pada kajian kemaritiman menjadi peluang besar bagi kami untuk belajar bersama dan berbagi pengetahuan, terutama terkait keamanan wilayah maritim,” jelasnya.

Melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara UMRAH, kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga stabilitas sosial di Provinsi Kepulauan Riau.

Selain memperkuat sinergi kelembagaan, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian sosial dengan melibatkan kaum duafa dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadan. Momentum tersebut diharapkan dapat mempererat nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, serta semangat kolaborasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya. (RAS/Humas)

Editor & Foto: Rendi A. Saputra – Humas UMRAH

Scroll to Top