TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Tahunan Forum Komunikasi LPPM (FKLPPM) Tahun 2025 yang berlangsung pada 5–8 November 2025. Salah satu agenda utama forum ini adalah Seminar Nasional bertema “Sinergi Penelitian dan Pengabdian terhadap Arah RPJMN 2025–2029.”
Kegiatan dibuka secara resmi melalui sambutan oleh Kepala LPPM UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D., yang menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta serta menegaskan komitmen UMRAH dalam memperkuat kontribusi riset dan pengabdian, khususnya pada wilayah pesisir dan kepulauan.
Pembukaan Forum dilakukan oleh Ketua Forum LPPM BKS PTN Barat, Sri Lestari Wahyuningroem, Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya konsolidasi dan peningkatan kolaborasi riset antarperguruan tinggi negeri wilayah barat dalam menghadapi arah pembangunan nasional lima tahun ke depan.
Seminar nasional menghadirkan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, Ph.D., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya berjudul “Menguatkan Kampus Berdampak di PTN Wilayah Barat Melalui Kolaborasi Riset,” beliau menegaskan bahwa kampus harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi riset, peningkatan kapasitas talenta peneliti, dan penguatan jejaring kemitraan multipihak.
Turut hadir sebagai pemateri kedua, Drs. H. Syamsul Bahrum, AMP., M.Si., Ph.D., selaku Analis Kebijakan Ahli Utama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Dalam paparannya bertema “Urgensi Riset dan Inovasi untuk Pembangunan Daerah,” beliau menyampaikan bahwa riset menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan berbasis data dan penyusunan kebijakan strategis daerah.
Kegiatan diikuti oleh perwakilan LPPM dari berbagai perguruan tinggi negeri wilayah barat, termasuk Universitas Andalas, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Sumatera, UPN Veteran Jakarta, Universitas Lampung, Universitas Syiah Kuala, Universitas Bengkulu, Universitas Bangka Belitung, Universitas Riau, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Siliwangi, Universitas Palangka Raya, dan Universitas Malikussaleh.
Usai seminar nasional, kegiatan dilanjutkan dengan rapat forum yang membahas penyelarasan kebijakan riset dan pengabdian dengan prioritas pembangunan nasional, serta strategi hilirisasi hasil riset agar berdampak langsung pada masyarakat.
Pelaksanaan FKLPPM 2025 di UMRAH diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi penelitian dan pengabdian perguruan tinggi negeri wilayah barat secara berkelanjutan dan selaras dengan arah RPJMN 2025–2029.
LAPORAN: Febi Adhitama – LPPM UMRAH
EDITOR: Rendi A. Saputra – Humas UMRAH

