UMRAH Lepas 315 Peserta KKN Gelombang I Tahun 2026, usung tema “Harmonisasi Pesisir Berkelanjutan”

TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) secara resmi melepas 315 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang I Tahun 2026 yang mengusung tema “Harmonisasi Pesisir Berkelanjutan”. Kegiatan pelepasan berlangsung di Halaman Gedung C Prof. Maswardi M. Amin, Kampus UMRAH Dompak, Selasa (20/1), dan dilepas langsung oleh Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi, DEA.

KKN Gelombang I Tahun 2026 ini akan dilaksanakan selama satu bulan dan berlokasi di Kabupaten Bintan, yang tersebar di 16 desa, yakni Teluk Bakau, Malang Rapat, Gunung Kijang, Gunung Lengkuas, Sungai Lekop, Kawal, Tembeling, Pengujan, Toapaya Selatan, Toapaya Asri, Toapaya Utara, Toapaya, Berakit, Pengudang, Kota Baru, dan Sri Bintan.

Dalam sambutannya, Rektor UMRAH menegaskan bahwa tema “Harmonisasi Pesisir Berkelanjutan” menjadi refleksi komitmen UMRAH sebagai perguruan tinggi kemaritiman dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir yang seimbang antara aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.

“Tema Harmonisasi Pesisir Berkelanjutan sangat relevan dengan jati diri UMRAH. Mahasiswa diharapkan mampu membangun keselarasan antara masyarakat pesisir, lingkungan, dan aktivitas pembangunan, sehingga keberlanjutan sumber daya pesisir tetap terjaga,” ujar Prof. Agung.

Rektor menambahkan, KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, empati sosial, dan kemampuan problem solving.

“Jadikan KKN sebagai ruang pembelajaran hidup. Hadirkan gagasan, inovasi, dan pendampingan yang bermanfaat bagi masyarakat desa, serta jaga nama baik almamater dengan menjunjung etika, budaya lokal, dan nilai kebangsaan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRAH, Wahyudin, S.Pi, M.Si, Ph.D, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini dirancang berbasis tema dan kebutuhan riil masyarakat pesisir.

“Melalui tema Harmonisasi Pesisir Berkelanjutan, mahasiswa diarahkan untuk berkontribusi pada isu-isu strategis seperti pelestarian lingkungan pesisir, penguatan literasi masyarakat, edukasi kebencanaan, serta pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi desa,” jelas Wahyudin.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa lintas program studi menjadi kekuatan UMRAH dalam menghadirkan pengabdian yang kolaboratif dan berdampak.

“Kami berharap KKN ini mampu menciptakan sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, pemerintah desa, dan masyarakat, sehingga program yang dilaksanakan tidak bersifat seremonial, tetapi memberi manfaat berkelanjutan,” pungkasnya.

Pelepasan peserta KKN Gelombang I Tahun 2026 tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Kepri yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan dan Hukum Drs. Sardison, M.TP., jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen pembimbing lapangan, serta sivitas akademika UMRAH. (RAS/Humas)

Editor: Rendi A. Saputra – Humas UMRAH

Scroll to Top