TANJUNGPINANG — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi negeri berbasis kemaritiman melalui pengembangan program studi baru yang strategis dan berorientasi masa depan. Sejak tahun 2020, UMRAH mencatatkan peningkatan jumlah program studi hingga 100 persen, dari semula 18 program studi kini telah berdiri 36 program studi, serta didukung oleh lima program magister yang telah berjalan.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan UMRAH, Dr. Tengku Said Raza’i, S.Pi., MP, menyampaikan bahwa pengembangan program studi tersebut merupakan bagian dari agenda strategis universitas dalam menjawab kebutuhan pembangunan nasional, dinamika dunia kerja, serta penguatan keilmuan berbasis kemaritiman.
“UMRAH telah mempersembahkan sejumlah program studi terbaru, seperti Teknik Sipil, Arsitektur, dan program studi lainnya. Sejak tahun 2020, tercatat penambahan program studi mencapai 100 persen, dari 18 menjadi 36 program studi, belum termasuk lima program magister. Ke depan, kami menargetkan pada tahun 2028 UMRAH memiliki 60 program studi,” ujar Dr. Said Raza’i.
Ia menjelaskan, penambahan program studi dilakukan melalui perencanaan akademik yang matang, berbasis kajian kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, serta tetap mengacu pada standar mutu dan regulasi pendidikan tinggi. Menurutnya, pengembangan tersebut tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas lulusan dan relevansi kompetensi.“Setiap program studi yang dibuka dipastikan memiliki dukungan sumber daya dosen yang kompeten, kurikulum berbasis Outcome-Based Education, serta sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Tujuannya agar lulusan UMRAH memiliki daya saing dan mampu berkontribusi nyata,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Said Raza’i menegaskan bahwa pengembangan program studi baru selaras dengan Visi UMRAH, yaitu “Menjadi Pusat Kecemerlangan Pendidikan Tinggi, Riset, Mari-Sociopreneurship, dan Tamadun Maritim di ASEAN.” Oleh karena itu, arah pengembangan akademik UMRAH tidak hanya menyiapkan tenaga profesional, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi riset serta jiwa kewirausahaan sosial berbasis kemaritiman.
Kehadiran program studi seperti Teknik Sipil dan Arsitektur, lanjutnya, diharapkan mampu mendukung pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah kepulauan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran UMRAH sebagai pusat kajian dan pengembangan tamadun maritim di kawasan ASEAN.
Dengan target 60 program studi pada tahun 2028, UMRAH optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi, memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, serta memperkokoh posisinya sebagai universitas unggul berbasis kemaritiman yang berdaya saing regional dan internasional. (RAS/Humas)
Editor: Rendi A. Saputra – Humas UMRAH

