Mahasiswa Berdampak: BEM dan Ormawa se-FISIP Lakukan Aksi Peduli Sosial Lewat FAM 2025

BINTAN – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan FISIP Abdi Masyarakat (FAM) 2025, yang diselenggarakan pada 4 hingga 6 Juli 2025 di Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Dengan mengusung tema “Bersama Kita Mengabdi: Dari Teori ke Aksi, dari Kampus ke Realitas Masyarakat Bersama FISIP”, kegiatan ini menjadi wadah aktualisasi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UMRAH dan melibatkan seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan FISIP, termasuk DPM FISIP, HMIP, HIMKUM, HMHI, HIMA NEGARA, HIMASOS, KFTM, Unit Kegiatan Mahasiswa REACTION, dan Rusyidiah Club (URC). Sejumlah tokoh turut hadir dalam pembukaan kegiatan, antara lain Kepala Desa Penaga Hamrudin, Sekretaris Komisi 3 DPRD Kabupaten Bintan Elyza Riani, S.H., Anggota Komisi 3 DPRD Hj. Siti Mariyani, S.Kom, serta perwakilan dari DLHK Kepri Rupi’ah, S.P., yang membawakan materi edukatif tentang pengelolaan sampah berbasis bank sampah.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta melangsungkan berbagai agenda seperti seminar tematik, edukasi lingkungan melalui ecobrick dan apotek hidup, pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bintan, program donasi buku untuk SD 007 Penaga, senam sehat, gotong royong, malam keakraban, Festival Rakyat, serta pembagian sembako untuk anak yatim dan lansia.

Presiden BEM FISIP UMRAH, Aidil Zulfa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kampung Tanah Merah kami pilih karena memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, namun juga menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi, kesadaran lingkungan, ekonomi lokal, dan kesehatan anak-anak,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa BEM bertindak sebagai koordinator utama dalam menyatukan seluruh organisasi mahasiswa dan menjalin kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FAM 2025, Andika, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan dirancang berdasarkan hasil pra-survei dan pendekatan kebutuhan masyarakat. “Momen paling berkesan adalah saat Festival Rakyat. Mahasiswa dan warga bernyanyi serta tertawa bersama. Itu bukan sekadar kegiatan, melainkan ruang perjumpaan yang menyentuh,” katanya.

Salah satu program unggulan dalam kegiatan ini adalah program literasi yang difokuskan di SD 007 Penaga. Panitia pelaksana program, Sendi Kurnia, menyampaikan bahwa minimnya akses buku bacaan menjadi perhatian serius. “Kami membagikan buku dari para donatur dan antusiasme siswa sangat tinggi. Ke depan, kami berharap dapat membangun budaya literasi di desa melalui pendampingan dan distribusi buku lanjutan,” jelasnya.

Kegiatan ditutup secara sederhana oleh Hj. Siti Mariyani dan Kepala Dusun setempat, Pak Abdul. Meski tanpa seremoni besar, semangat kekeluargaan dan kolaborasi terjalin erat selama pelaksanaan. FAM 2025 meninggalkan jejak tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan sosial di tengah masyarakat Kampung Tanah Merah.

BEM FISIP UMRAH berharap kegiatan ini menjadi titik awal dari pengabdian-pengabdian selanjutnya yang lebih luas dan berdampak. Jejak mahasiswa FISIP bukan hanya terlihat dari aksi, tetapi dari kolaborasi yang dibangun dan manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.

KONTRIBUTOR: Muhammad Syafiq – UKM Risalah Maritim
EDITOR: Rendi A. Saputra – Humas UMRAH

Scroll to Top