Dompak – Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Prof. Dr Agung Dhamar Syakti menerima kunjungan dari Pembina Yayasan Jembia Emas, Dato’ Seri Lela Budaya Rida K. Liamsi, Selasa(08/031/2022) . 

Kunjungan Dato Seri Lela Budaya Rida K. Liamsi ini disambut oleh Rektor Prof. Agung dan Wakil Rektor II, Dr Tengku Said Raza’i. 

Dalam kunjungan ini Dato’ Rida didampingi oleh Irwanto, Pejabat Fungsional Ahli Muda Pamong Budaya Dinas Kebudayaan Kepri yang juga pengurus Yayasan Jembia Emas. 

Dato’ Rida menyampaikan maksud kedatangan tim Yayasan Jembia Emas ini adalah sebagai ajang silaturahmi Yayasan Jembia emas dengan UMRAH sekaligus hendak menyampaikan kepada Rektor UMRAH bahwa helat tahunan Festival Sastra Melayu Gunung Bintan tahun 2022 yang ditaja oleh Yayasan Jembia Emas dan Dinas Kebudayaan Kepri akan kembali digelar pada September 2022.

“UMRAH diharapkan dapat ikut ambil bagian dalam rangkaian acara FSIGB 2022 ini pada penyelenggaraan Seminar Internasional dan Bedah Buku” Ujar Dato’ Rida kepada Rektor UMRAH

Dato Rida juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan FSIGB 2022 ini juga akan diluncurkan secara simbolik 100 buku puisi Penyair serantau di Pulau Pengujan, karena pulau pengujan adalah kawasan dimana proses kreatif Raja Ali Haji menghasilkan pelbagai karya.

Rektor UMRAH, Prof. Agung menyambut baik apa yang disampaikan oleh  Dato’ Rida dan siap memberikan dukungan terhadap kelancaran FSIGB 2022.

Menurut Prof. Agung,  sebagai Universitas Maritim yang membawa nama Raja Ali Haji tentu Kebudayaan ini harus menjadi perhatian yang besar. 

“Karena itulah UMRAH merumuskan visinya sebagai pusat Kecemerlangan Pendidikan, Riset, dan Tamadun maritim di ASEAN” ujar Prof. Agung.

Upaya mewujudkan Tamadun Maritim ASEAN ini menurut Prof. Agung sudah dimulai dengan penyusunan naskah akademik pendirian empat program studi baru di bidang ilmu Budaya seperti Program Studi Sastra Melayu, Budaya Bahari, Penulisan Kreatif, dan Ilmu Sejarah yang nantinya akan dinaungi oleh Fakultas Sastra Melayu dan Budaya Bahari. Dalam tiga tahun kedepan diharapkan keempat prodi tersebut sudah bisa terbentuk di UMRAH.

Terkait tenaga pengajar, Prof. Agung mengatakan bahwa para budayawan di Kepri ini termasuk Dato Rida nanti berpeluang untuk menjadi dosen praktisi pada empat prodi tersebut melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) seperti yang sudah diterapkan pada Menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti.

“ Sambil Pengusulan Empat Prodi Budaya tersebut dalam proses selama tiga tahun kedepan, signifikansi kebudayaan pada UMRAH nanti akan kita munculkan tahun depan pada Gedung Gurindam Dua Belas UMRAH yang akan dibangun melalui skema pendanaan Surat Berharhga Syariah Negara(SBSN)” Ujar Prof. Agung

Jadi nanti di gedung baru nanti bakal ada ruangan yang didedikasikan secara khusus sebagai Museum Digital Kemaritiman Melayu dan Khazanah karya Raja Ali Haji yang akan menampilkan informasi dunia maritim melayu dan khazanah karya-karya Raja Ali Haji dan Cendekia Riau Lingga.

Dato’ Rida sangat menyambut baik apa yang disampaikan oleh Prof. Agung.

 “Saya usulkan nanti di Perpustakaan UMRAH itu ada sudut khusus mengenai karya Raja Ali Haji, nanti melalui kolega-kolega kita di Malaysia siap menyumbangkan buku-buku karya Raja Ali Haji ke Perpustakaan UMRAH untuk memenuhi sudut tersebut” Ujar Dato Rida.

Diskusi singkat ini diakhiri dengan kunjungan Dato Rida didampingi oleh Wakil Rektor II ke Fasilitas Auditorium UMRAH yang berpotensi menjadi tempat perhelatan Seminar dan Bedah Buku pada FSIGB 2022.

Editor : Adi Pranadipa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here