FIKP UMRAH Pimpin Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Peran Perempuan Pesisir Melalui Seminar “The Blue Legacy”

Tanjungpinang, 3 November 2025 – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menegaskan komitmennya dalam implementasi Tridarma Perguruan Tinggi melalui penyelenggaraan Seminar Umum “The Blue Legacy”. Bertempat di Auditorium Kampus Dompak, Tanjungpinang, seminar ini merupakan inisiatif kolaboratif FIKP UMRAH bersama Yayasan Care Peduli dan Yayasan Ecology Kepulauan Riau (YEKR).

Seminar ini digelar sebagai puncak Diseminasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Pemulihan Ekosistem Mangrove Desa Berakit, Kabupaten Bintan. Program ini sendiri memadukan pendekatan sosial, ekonomi, dan ekologi untuk memperkuat ketahanan pesisir dengan menempatkan perempuan sebagai motor penggerak utama.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UMRAH, Dr. Nancy William, yang hadir mewakili Rektor, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari pengabdian UMRAH kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi—khususnya pengabdian kepada masyarakat pesisir—melalui dukungan riset dan kolaborasi lintas sektor,” tegas Dr. Nancy.

Beliau menambahkan, FIKP UMRAH akan terus mengawal program ini agar menjadi model yang teruji secara akademik dan dapat direplikasi di wilayah pesisir lain di Kepulauan Riau. “FIKP UMRAH berkomitmen menjadikan hasil program seperti ini sebagai model akademik. Perempuan pesisir memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pemimpin lingkungan sekaligus motor ekonomi keluarga,” ujarnya.

Seminar “The Blue Legacy” menghadirkan narasumber utama dari kalangan akademisi UMRAH, yakni Falmi Yandri, S.Pi., M.Si., Dosen Program Studi Ilmu Kelautan FIKP. Selain itu, hadir pula M. Tahmid, SPi., M.Si (DKP Provinsi Kepri), Swiny Adestika, S.Sos. (Yayasan Care Peduli), dan Rahima Zakia, S.Pi., M.Ling. (YEKR).

Diskusi panel ini dimoderatori secara ahli oleh Karla Amelia, S.Pi., M.Sc., yang juga merupakan dosen FIKP UMRAH yang aktif dalam penelitian dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Kontribusi Akademik UMRAH untuk Konservasi Berbasis Gender

Dalam paparannya, Falmi Yandri, S.Pi., M.Si., memaparkan konsep Community-Based Management (CBM) dan Edu-Ekowisata Berperspektif Gender. Pendekatan ini menempatkan masyarakat, khususnya perempuan, sebagai pelaku utama dalam konservasi dan edukasi.

Menurut Falmi, keberhasilan rehabilitasi ekosistem tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi pada keterlibatan aktif masyarakat lokal yang memiliki pengetahuan ekologis dan rasa kepemilikan.

“Dalam model edu-ekowisata, perempuan dapat berperan sebagai pemandu wisata edukatif, pengrajin produk ramah lingkungan, dan pelatih konservasi. Ketika perempuan dilibatkan secara penuh, konservasi menjadi lebih berkelanjutan. Mereka tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga menanam pengetahuan dan kesejahteraan,” jelas Falmi.

Wujud Nyata Pemberdayaan di Desa Berakit

Program di Desa Berakit yang telah berjalan sejak pertengahan 2024, didukung oleh Yayasan Care Peduli dan Traveloka, telah berhasil memulihkan fungsi ekologis melalui penanaman 50.000 bibit mangrove Rhizophora stylosa.

Lebih dari itu, program ini sukses membentuk empat kelompok masyarakat produktif yang dipimpin perempuan:

  1. KUEP Melati (usaha keripik, dodol, dan ecoprint berbasis mangrove)
  2. KUEP Tenggiri (olahan hasil laut seperti bakso dan kerupuk ikan)
  3. KUM Panglong (perikanan tangkap)
  4. Pokmaswas Srikandi (ekowisata mangrove dan pengawasan pesisir)

Para mitra kolaborasi turut memberikan pandangan mereka. M. Tahmid dari DKP Kepri menekankan keselarasan program dengan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir (RZWP3K), sementara Swiny Adestika dari Yayasan Care Peduli menyoroti keberhasilan pendekatan ekonomi sirkular dan Village Saving and Loan Association (VSLA) yang meningkatkan pendapatan perempuan hingga 48%.

Rahima Zakia dari YEKR menambahkan, “Kami melihat transformasi nyata: dari penerima bantuan menjadi pelaku perubahan.”

Forum ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk melanjutkan kolaborasi melalui tiga arah strategis: replikasi model program, pembentukan koperasi perempuan pesisir, dan penguatan riset serta monitoring akademik—sebuah area di mana UMRAH akan terus memainkan peran sentral.

Kegiatan “The Blue Legacy” ini menegaskan posisi UMRAH sebagai universitas maritim yang tidak hanya unggul dalam riset, tetapi juga memebri dampak dalam aksi nyata yang memberdayakan masyarakat pesisir.

Tim Liputan FIKP UMRAH
Editor : Humas UMRAH

Scroll to Top