FTTK UMRAH Perkenalkan KOMPAS, Perkuat Pembinaan Karier Mahasiswa Berbasis Data
TANJUNGPINANG — Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman (FTTK) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mulai memperkuat pola pembinaan karier mahasiswa melalui Kolaborasi Manajemen Pembinaan Karier Mahasiswa (KOMPAS). Program tersebut disosialisasikan pada kegiatan Yudisium FTTK Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (23/9) yang lalu.
KOMPAS merupakan aksi perubahan yang dikembangkan Kepala Bagian Umum FTTK UMRAH, Nurlaila, S.E., dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Kepulauan Riau.
Sosialisasi diikuti unsur pimpinan FTTK, mulai dari dekan, wakil dekan, ketua dan sekretaris jurusan, koordinator program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa calon wisudawan.
Menurut Nurlaila, KOMPAS dirancang untuk mengubah pendekatan pembinaan karier mahasiswa agar tidak berhenti pada penyampaian informasi dunia kerja atau pendataan setelah mahasiswa menjadi alumni.
“KOMPAS merupakan aksi perubahan yang saya kembangkan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator. Substansi perubahan yang ingin dibangun adalah bagaimana pembinaan karier mahasiswa dapat dikelola secara lebih terstruktur, kolaboratif, dan berbasis data, sehingga tidak berhenti ketika mahasiswa dinyatakan lulus,” ujar Nurlaila.
Ia menjelaskan, tantangan pembinaan karier tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan informasi mengenai lapangan kerja. Perguruan tinggi juga perlu memiliki mekanisme yang mampu mempertemukan dan menghubungkan mahasiswa, alumni, dunia industri, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya secara berkelanjutan.
Dimulai Sejak Menjelang Lulus
Pemilihan kegiatan yudisium sebagai ruang sosialisasi KOMPAS bukan tanpa alasan. Mahasiswa calon wisudawan berada pada fase peralihan dari lingkungan akademik menuju dunia profesional, melanjutkan pendidikan, maupun mengembangkan usaha.
Karena itu, yudisium dipandang tidak hanya sebagai penanda berakhirnya proses akademik, tetapi juga dapat menjadi titik awal untuk membangun hubungan berkelanjutan antara lulusan dan fakultas.
Melalui KOMPAS, mahasiswa yang berada pada tahap akhir studi mulai didata mengenai kondisi serta rencana karier mereka. Pendekatan ini kemudian diperkuat melalui TRACE FTTK (Tracer Record and Career Evaluation), yang dikembangkan sebagai mekanisme pendataan dan pelacakan perjalanan karier mahasiswa dan lulusan.
“Yang ingin kami ubah adalah cara pandang terhadap pembinaan karier. Mahasiswa tidak hanya didata setelah menjadi alumni, tetapi mulai dikenali kebutuhan dan kondisi kariernya sejak berada pada fase akhir pendidikan. Dengan data tersebut, pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah,” jelas Nurlaila.
Dengan mekanisme tersebut, fakultas dapat memperoleh gambaran yang lebih awal dan komprehensif mengenai kondisi serta kebutuhan karier mahasiswa sebelum mereka memasuki dunia kerja.
Melibatkan Fakultas, Alumni hingga Dunia Industri
KOMPAS juga menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dalam pembinaan karier. Program tersebut tidak menempatkan pembinaan karier sebagai tanggung jawab satu unit kerja, melainkan sebagai proses yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Kolaborasi dapat melibatkan pimpinan fakultas, program studi, mahasiswa, alumni, UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UMRAH, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta mitra strategis lainnya.
Data yang dihimpun dari mahasiswa dan lulusan selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan bagi fakultas dalam merancang program pembinaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Dengan demikian, pembinaan karier tidak lagi semata-mata bersifat informatif, tetapi diarahkan menjadi proses yang lebih terstruktur, partisipatif, dan berkelanjutan.
Aksi Perubahan dari Pelatihan Kepemimpinan
Pengembangan KOMPAS juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Dalam konteks tersebut, aksi perubahan diarahkan tidak sekadar menghasilkan sebuah produk atau kegiatan, tetapi juga mendorong perubahan pada proses kerja, koordinasi, dan tata kelola pelayanan.
Sebagai Kepala Bagian Umum FTTK UMRAH, Nurlaila mengembangkan KOMPAS dengan menghubungkan kebutuhan pembinaan mahasiswa dengan penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan.
“Melalui PKA, saya belajar bahwa kepemimpinan administrator tidak hanya berkaitan dengan bagaimana menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga bagaimana mengidentifikasi masalah organisasi, membangun kolaborasi, menggerakkan sumber daya, dan menghasilkan perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan penerima layanan,” ungkapnya.
Sosialisasi KOMPAS pada Yudisium FTTK Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 menjadi langkah awal untuk memperkuat pembinaan karier mahasiswa yang lebih terintegrasi, terstruktur, kolaboratif, partisipatif, berkelanjutan, dan berbasis data.
Bagi mahasiswa yang segera menyandang status sebagai lulusan, pesan utama KOMPAS adalah bahwa yudisium bukan akhir dari hubungan dengan almamater. Sebaliknya, momentum tersebut dapat menjadi awal perjalanan karier yang tetap dibangun bersama antara lulusan, fakultas, universitas, alumni, dan dunia kerja. (RAS/Humas)
