Gali Kejayaan Maritim Abad ke-15, Institut Tun Perak Malaysia Kunjungi Pascasarjana UMRAH

Pascasarjana Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menerima kunjungan akademik sekaligus kunjungan hormat resmi dari lembaga riset bergengsi asal Melaka, Institut Tun Perak (ITP) Malaysia.

Pertemuan strategis yang berlangsung di Gedung C, Kampus UMRAH Dompak ini dipimpin langsung oleh Direktur Program Pascasarjana UMRAH, Dr. Rumzi Samin, S.Sos., M.Si.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama ilmiah yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Institut Tun Perak, Hazzlan Bin Sama. Melalui utusan resminya, lembaga yang dulunya dikenal sebagai Institut Kajian Sejarah dan Patriotisme Malaysia (IKSEP) ini membawa misi besar untuk memperkukuh jaringan ilmu antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dalam meneliti kembali benang merah sejarah dan warisan maritim yang kuat di antara kedua negara.

Suasana diskusi ilmiah yang terselenggara di Senin, 29 Juni 2026 yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung hangat dan produktif. Fokus utama perbincangan kedua institusi tertuju pada eksistensi dan peran vital Empayar Melayu Melaka di kawasan Bintan dan Kepulauan Riau pada abad ke-15.

Para peneliti dari kedua belah pihak saling berbagi pandangan serta perkongsian ilmiah mengenai bagaimana wilayah Bintan dan Kepulauan Riau menjadi pilar penting yang menjaga kesinambungan Kesultanan Melayu di Alam Melayu.

Secara lebih spesifik, forum tersebut membedah karakteristik pelabuhan-pelabuhan kuno di Bintan dan Kepulauan Riau. Pelabuhan-pelabuhan ini di masa lalu tumbuh subur dan berkembang seiring dengan kejayaan Pelabuhan Melaka.

Selain berfungsi sebagai pusat perdagangan maritim regional dan tempat persinggahan kapal-kapal dagang internasional, jaringan pelabuhan kuno ini juga memiliki sistem yang terintegrasi kuat dalam lingkaran pengaruh Kesultanan Melaka.

Delegasi tingkat tinggi dari Institut Tun Perak yang hadir dalam kunjungan ini dipimpin oleh pakar senior, Prof. Datuk Dr. Hj. Mohd Taib Hj. Dora, bersama anggota delegasi lainnya yaitu Prof. Dr. Mohd Bin Samsudin dan Muhammad Firdaus Bin Fadzizi.

Kehadiran para sejarawan dan peneliti senior ini menegaskan keseriusan kedua belah pihak dalam membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,tidak hanya menjadi ruang konsultasi sejarah masa lalu saja melainkan juga batu loncatan bagi masa depan pendidikan kedua negara.

Pascasarjana UMRAH dan Institut Tun Perak sepakat untuk menjajaki kerja sama nyata di bidang riset bersama (joint research), publikasi ilmiah, hingga pertukaran informasi terkini mengenai sejarah maritim dunia Melayu. Langkah awal ini diharapkan dapat terus menghidupkan literasi maritim Nusantara dan melahirkan inovasi akademik yang berdampak luas bagi masyarakat di kedua negara. (Humas UMRAH)