PWI Tanjungpinang Goes to Campus di UMRAH, Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menjadi kampus pertama yang menjadi tuan rumah pelaksanaan program Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang Goes to Campus, Senin (29/6). Kegiatan ini menghadirkan praktisi dan pelaku usaha untuk berbagi pengalaman kepada mahasiswa mengenai persiapan memasuki dunia kerja.

Mengusung tema “Dari Kampus ke Dunia Kerja”, kegiatan tersebut menghadirkan Founder Mekanikata Fatih Muftih, Owner Sari Mart Satria Imam Pribadi, serta Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UMRAH Dr. Rafki Rasyid sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Yoan S. Nugraha sebagai moderator.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peluncuran buku Tanjungpinang Miang-Miang serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PWI Kota Tanjungpinang dan Universitas Maritim Raja Ali Haji sebagai bentuk penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, literasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Ketua PWI Kota Tanjungpinang, Suhardi, mengapresiasi dukungan UMRAH terhadap penyelenggaraan program tersebut. Menurutnya, UMRAH menjadi perguruan tinggi pertama yang berkolaborasi dengan PWI dalam pelaksanaan program Goes to Campus.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi UMRAH yang menjadi kampus pertama berkolaborasi dengan PWI Tanjungpinang dalam kegiatan Goes to Campus. Program ini nantinya juga akan berlanjut ke berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Tanjungpinang dan Bintan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMRAH, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H menyambut baik kegiatan tersebut. Didampingi Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UMRAH, Dr. Rafki Rasyid, ia menilai kolaborasi antara PWI dengan para praktisi dunia usaha memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

“Program PWI Goes to Campus sangat positif untuk pengembangan akademik mahasiswa. Narasumber yang dihadirkan memiliki pengalaman langsung di dunia kerja sehingga dapat memberikan wawasan dan motivasi kepada mahasiswa. Terima kasih kepada PWI Tanjungpinang atas kolaborasi ini,” katanya.

Dalam sesi diskusi, Fatih Muftih membagikan pengalamannya membangun Mekanikata dari kegemaran menulis hingga menjadi peluang bisnis kreatif. Ia mendorong mahasiswa untuk berani memulai dan terus mengasah kemampuan menulis.

“Jangan takut salah. Mulailah menulis apa saja. Semakin sering dilakukan, kemampuan itu akan terus berkembang,” pesannya.

Pengalaman inspiratif juga disampaikan Owner Sari Mart, Satria Imam Pribadi. Ia menceritakan perjalanan membangun usahanya dari modal pinjaman sebesar Rp10 juta hingga kini mampu mengembangkan Sari Mart di beberapa lokasi di Tanjungpinang.

“Insyaallah, jika kita yakin, jujur, dan bersungguh-sungguh, rezeki akan selalu ada,” ungkapnya di hadapan mahasiswa.

Melengkapi materi diskusi, Dr. Rafki Rasyid menekankan pentingnya mahasiswa membekali diri tidak hanya dengan kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan di dunia kerja.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing, termasuk bahasa Mandarin, menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh perusahaan, terutama di sektor swasta.

Melalui kegiatan ini, UMRAH bersama PWI Kota Tanjungpinang berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dunia profesional sekaligus termotivasi untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan sejak masih berada di bangku kuliah. (RAS/Humas)