-

Model Pembiayaan Biru Jadi Solusi Strategis Ketahanan Pesisir di Marine Gurindam Seminar Series

TANJUNGPINANG — Tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta meningkatnya risiko bencana di kawasan pesisir dan laut saat ini memerlukan solusi finansial yang inovatif sekaligus terintegrasi. Menjawab tantangan global tersebut, pendekatan pembiayaan biru (blue financing) berbasis ekosistem dinilai menjadi jawaban strategis dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga tangguh terhadap ancaman bencana.

Poin krusial inilah yang menjadi benang merah utama dalam pemaparan pakar kelautan nasional, Prof. Dr. Yon Vitner, S.Pi., M.Si., saat hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ilmiah Marine Gurindam Seminar Series yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Kepala PKSPL IPB University tersebut menekankan bahwa integrasi antara finansial dan kelestarian ekosistem adalah kunci utama dalam menjaga masa depan wilayah pesisir.

Seminar ilmiah yang mengusung tema besar “Advancing Knowledge for Sustainable Coastal and Marine” ini dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Gedung Gurindam B Lantai 2 SCR 5, Kampus UMRAH. Agenda akademik ini disambut antusias oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi yang memiliki perhatian besar terhadap isu kelautan, lingkungan, dan kebencanaan. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH, Dr. Dony Apdillah, S.Pi., M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nyata FIKP UMRAH dalam mendukung peningkatan kapasitas akademik serta kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di sektor kelautan. Pihak fakultas berharap seminar ini mampu menjadi wadah diskusi yang produktif, inspiratif, dan melahirkan pemikiran kritis bagi seluruh peserta yang hadir.

Memasuki sesi inti, diskusi mengenai topik “Model Pembiayaan Biru Berbasis Ekosistem dari Upaya Pengurangan Risiko Bencana” ini berjalan dengan sangat dinamis di bawah panduan moderator Dr. Arief Pratomo, S.T., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan UMRAH. Dengan gaya moderasi yang interaktif, seminar ini berhasil membuka ruang dialog yang intens antara narasumber dan peserta, khususnya dalam mengelaborasi bagaimana model pembiayaan biru tersebut dapat diimplementasikan secara konkret dalam konteks lokal wilayah Kepulauan Riau. Melalui dinamika diskusi ini, Program Studi Ilmu Kelautan UMRAH terbukti sukses memperkuat perannya sebagai pelopor pemikiran mitigasi bencana berbasis ekosistem.

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan, Dr. Arief Pratomo menyampaikan refleksinya mengenai dampak signifikan yang dihasilkan dari seminar perdana ini. Ia mengungkapkan bahwa melalui Marine Gurindam Seminar Series edisi pertama ini, tim akademisi UMRAH berhasil mengoordinasikan diskusi strategis mengenai model pembiayaan biru bersama pakar nasional sekelas Ketua PKSPL-IPB. Agenda ini tidak hanya berhasil memperkuat kapasitas akademis internal, tetapi juga merefleksikan betapa pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam mewujudkan pemanfaatan dan ketahanan sumber daya serta ekosistem pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan. Dengan suksesnya gelaran ini, UMRAH kembali menegaskan posisinya dalam mendorong pemahaman, kesadaran, serta aksi nyata penguatan tata kelola laut demi masa depan generasi mendatang. (IKL UMRAH)