Pascasarjana UMRAH Terima Kunjungan Tim Peneliti BRIN, Perkuat Kolaborasi Riset Gastronomi Melayu dan Pariwisata Lintas Batas

TANJUNGPINANG – Pascasarjana Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menerima kunjungan akademik tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (6/7), sebagai upaya memperkuat kolaborasi riset di bidang gastronomi, budaya Melayu, dan pariwisata lintas batas.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penelitian bertajuk Gastrotourism and Cross-Border Cultural Practices in a Serumpun Malay World: Food Culture, Mobility, and Everyday Encounters in Batam–Bintan, Riau Islands Province. Penelitian ini mengkaji budaya pangan Melayu, mobilitas masyarakat, serta praktik budaya sehari-hari di kawasan Batam dan Bintan sebagai wilayah yang memiliki keterkaitan budaya serumpun.

Tim peneliti dipimpin oleh Gregorius Andika Ariwibowo, S.S., M.A. dari BRIN dengan melibatkan peneliti dari berbagai institusi, termasuk UMRAH. Salah satu anggota tim peneliti dari UMRAH adalah Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A., yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Akademik, Perencanaan, dan Kemahasiswaan Pascasarjana UMRAH.

Direktur Pascasarjana UMRAH, Dr. Rumzi Samin, S.Sos., M.Si., menyambut langsung kedatangan tim peneliti sebagai bentuk dukungan institusi terhadap penguatan jejaring riset dan kerja sama akademik, khususnya dalam pengembangan kajian gastronomi Melayu.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional menjadi langkah strategis untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya dan pembangunan daerah.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Raja Suzana Fitri, M.Pd., pakar gastronomi Melayu, serta Drs. H. Thamrin Dahlan, budayawan Melayu Kepulauan Riau yang selama ini aktif mendokumentasikan tradisi dan budaya masyarakat Melayu.

Dalam diskusi, kedua narasumber berbagi pandangan mengenai gastronomi sebagai identitas budaya, warisan budaya takbenda, serta potensinya untuk dikembangkan sebagai daya tarik gastrowisata di kawasan perbatasan. Perspektif tersebut diharapkan dapat memperkaya hasil penelitian sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu di tengah dinamika mobilitas masyarakat lintas negara.

Melalui pertemuan ini, Pascasarjana UMRAH kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kemaritiman dan kemelayuan. Sinergi antara BRIN, UMRAH, akademisi, dan tokoh budaya diharapkan mampu melahirkan gagasan, rekomendasi, serta kerja sama berkelanjutan dalam pelestarian dan pengembangan budaya Melayu sebagai kekuatan akademik, sosial, dan ekonomi, khususnya di Kepulauan Riau dan kawasan serumpun Melayu.

EDITOR: Rendi A. Saputra – Humas UMRAH