Home Blog

UMRAH, Kemendes PTT, dan Tokopedia Kerja Sama kembangkan Ekonomi Digital Desa

0
UMRAH, Kemendes PTT, dan Tokopedia Kerja Sama kembangkan Ekonomi Digital Desa

JAKARTA – Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc bersama Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Samsul Widodo dan Vice President of Logistics Tokopedia ANTHONY WIDJAYA tandatangani naskah Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Rabu (7/8) di JF Luwansa Hotel, Jakarta

Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) itu merupakan bentuk Sinergi Pengembangan Potensi Ekonomi melalui Ekonomi Digital, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Pendidikan yang melibatkan 3 pihak yakni KEMENDES PDTT, Tokopedia dan 34 Perguruan Tinggi (Universitas) yang tergabung dalam PERTIDES salah satunya adalah UMRAH untuk Provinsi Kepulauan Riau

Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc (Rektor UMRAH) yang akrab disapa Prof. Akhlus menjelaskan bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui ekonomi digital, UKM, dan pengembangan pendidikan dari universitas dengan Ruang Lingkup antara lain;

Pertama, Pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi, lewat kolaborasi strategis dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan/atau entitas desa yang berpotensi, dalam bentuk pemberian pelatihan, pengembangan teknis, dan pendampingan ekonomi digital bagi pembangunan dan pengembangan potensi perekonomian masyarakat melalui pendirian “Tokopedia Center”.

Kedua, Pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi yang terpadu dengan sektor perguruan tinggi, dalam bentuk pemberian pelatihan, pengembangan teknis, dan pendampingan potensi perekonomian masyarakat setempat di era ekonomi digital melalui pendirian “Tokopedia Corner”, serta pemberian asistensi kebutuhan pendidikan kepada desa binaan perguruan tinggi melalui program “Tokopedia Scholarship” ;

Ketiga, Pemberian bimbingan teknis untuk memajukan perekonomian desa dan literasi digital kepada masyarakat di desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi, lewat pemberian fasilitas dan pelaksaaan program digital

“Kita (UMRAH) akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam Perjanjian untuk segera merealisasikan PKB tersebut. Untuk detailnya nanti akan diatur oleh LP3M UMRAH dan Staff Khusus Rektor Bidang Hukum dan Kerjasama”. Pungkas Rektor saat ditanya kapan akan memulai program dimaksud.

Dalam kesempatan yang sama CEO PT Tokopedia, William Tanuwijaya yang turut hadir mengungkapkan visi dan misinya untuk mengembangkan perekonomian digital di desa-desa.

“Misi kami adalah untuk mendorong bagaimana pemerataan ekonomi secara digital. Caranya bagaimana? Yaitu lewat visi kami yaitu membangun sebuah ekosistem di mana pun mereka berada semua masyarakat Indonesia bisa mempunyai kesempatan yang sama lewat ekosistem di mana semua orang dapat mengolahnya dan menemukan sesuatu,” tuturnya.

Tujuan itu akan diwujudkan melalui 3 program yaitu Tokopedia Center, Tokopedia Corner dan Tokopedia Scholarship. Tokopedia Center merupakan e-commerce yang dibangun di desa dan daerah tertinggal serta kawasan transmigrasi guna menghubungkan pembeli dan penjual lokal dengan pasar nasional dan menjadi pusat edukasi digital.

Tokopedia Corner adalah tempat pengambilan barang yang terdapat di universitas yang bekerjasama dengan Tokopedia dengan program gratis ongkos kirim yang diperuntukkan bagi mahasiswa dosen dan karyawan aktif untuk setiap pembelian di Tokopedia. Sedangkan Tokopedia Scholarship mahasiswa mendapatkan kesempatan magang kerja dan seminar skill set dan beasiswa.

“Saya sangat senang bisa hadir untuk menandatangani kerja sama yang sangat strategis. Baik dengan Kementerian Desa maupun dengan di universitas-universitas yang ada. Indonesia saat ini menjadi dengan kekuatan ekonomi keempat terbesar di dunia. Mendorong pertumbuhan itu harus diisi oleh ekonomi-ekonomi baru dan salah satu sumber dorongan yaitu ada di desa,” ungkapnya.

Selain Rektor UMRAH, hadir juga dalam Penandatangan PKB tersebut Ketua LP3M UMRAH yang diwakili oleh Sekretaris LP3M Henky Irawan, S.Pi, MP, M.Sc dan Staff Khusus Rektor Bidang Hukum dan Kerjasama Pery Rahendra Sucipta, SH, MH

  • Laporan oleh Rendi (Humas UMRAH)
  • Editor : Adi Pranadipa

Mahasiswa KKN Desa Lanjut panen Padi bersama Bupati Lingga

0
Mahasiswa KKN Desa Lanjut panen Padi bersama Bupati Lingga

LINGGA – Mahasiswa peserta KKN UMRAH Angkatan X kelompok penempatan Desa Lanjut, Singkep berkesempatan untuk memanen padi bersama Bupati Lingga Alias Wello, Rabu (7/8). Panen padi tersebut merupakan panen kali kedua di Desa Lanjut, Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga itu

Nurpika Devi salah seorang peserta KKN yang mengikuti kegiatan panen tersebut bahwa panen padi di Desa Lanjut itu diinisiasi oleh BPTP BALITBANGTAN KEPRI dan Dinas Pertanian Kabupaten Lingga.

“Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar, berdasarkan hasil panen padi bersama tersebut sekitar 200 Kg (perhitungan kasar). Hal tersebut dikarenakan masih banyak langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses pengelolaannya, hingga padi siap untuk didistribusikan”. Tulis Nurpika dalam pesan WhatsAppnya kepada Humas UMRAH

Panen ini merupakan hasil dari program Bupati Lingga Alias Wello. Kegiatan ini menunjukan bahwa program pertanian tersebut berhasil dilaksanakan berpotensi menambah pemasukan ekonomi rumah tangga masyarakat setempat.

Selain Mahasiswa KKN UMRAH, hadir bersama Bupati Lingga dalam Panen Padi tersebut Asisten II Pemkab Lingga, Kepala Dinas Pertanian Kab. Lingga, Kepala Desa Lanjut Abu Samah, Babinsa Desa Lanjut Hermansyah Panggabean, Personil Satpol PP Lingga, Beberapa Guru SD dan muridnya, serta Masyarakat setempat

Tampak antusiasme anak-anak yang untuk pertama kalinya melihat dan memegang batang tanaman padi tersebut. Pengalaman tersebut dimanfaatkan Bupati Lingga untuk memperkenalkan apa yang selama ini hanya dilihat anak-anak tersebut dalam bentuk beras.

“Anak SD suka memegang padi. Jadi kesempatan ini sekaligus bisa kita gunakan sebagai pendidikan dini untuk memperkenalkan padi kepada mereka, untuk mengenal apa yang dimakannya, sehingga mereka bisa tau dan menghargai apa yang mereka makan,” ungkap Bupati Lingga.

Sebagai informasi, padi yang ditanam pada sawah tersebut merupakan padi dari varietas Inpago 8 (Inbrid Padi Gogo). Berbeda dengan padi irigasi yang memerlukan genangan air untuk bisa tumbuh, padi Gogo mampu hidup di dataran tinggi dan kering. Namun secara morfologi, tidak ada perbedaan antara tanaman padi irigasi dengan tanaman padi Gogo, yang membedakannya hanyalah tempat tumbuhnya, sehingga padi ini cocok dengan karakteristik tanah di Desa Lanjut.

  • Laporan oleh : Mahasiswa KKN Angkatan X Desa Lanjut Singkep Pesisir / Humas UMRAH/ Kominfo Lingga
  • Editor: Adi Pranadipa

Dari Biji Durian jadi Makanan Ringan

0
Dari Biji Durian jadi Makanan Ringan

BINTAN – Dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan warga Desa Bintan Bekapur, Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Maritim Raja Ali Haji Bintan Bekapur dibawah Bimbingan Dr. Ir. Khodijah, M.Si menggelarkegiatan sosialisasi pembuatan keripik dengan memanfaatkan biji durian sebagai bahan dasar.

Pengolahan keripik dari biji durian ini digagas oleh Rizki selaku ketua KKN Desa Bintan Bekapur UMRAH 2019. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin (5/8) pukul 09.00 WIB bertempat di ruang kelas 5 SD 014 Teluk Bintan. Peserta kegiatan ini berasal dari warga Bintan Bekapur

Proses pengolahan biji durian yang sedang berlangsung dijelaskan oleh mahasiswa KKN Bintan Bekapur tersebut.Menurutnya biji durian yang diolah menjadi makanan kiranya dapat memberikan nilai ekonomis dalam meningkatkan perekonomian sekaligus tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Biji durian yang diolah juga memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga bisa menjadi cadangan makanan bagi manusia.

“Biji durian ini banyak manfaatnya mengandung karbohidrat, bisa juga dijadikan sebagai pengganti nasi serta rendah kolestrol” tutur Riski saat melakukan presentasi kepada masyarakat yang dihadiri oleh mayoritas ibu–ibu.

Kemudian kelompok mahasiswa KKN UMRAH Bintan Bekapur langsung mempraktikan pembuatan keripik mulai dari pencucian biji durian hingga penggorengan biji durian yang telah dihasilkan

Editor : Adi Pranadipa / Kontributor : Tim KKN UMRAH 2019 Desa Bintan Bekapur