Home Blog

Kampus harus Berdampak Ekonomis bagi Sekitar

0

Dompak – Memasuki satu dasawarsa Universitas Maritim Raja Ali Haji berdiri, sudah semestinya memberikan dampak bagi masyarakat sekitar kampus.
Kepada Humas UMRAH Rektor UMRAH Prof Dr Syafsir Akhlus,
(09/04) menjelaskan bagaimana semestinya kampus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sepanjang masa kepemimpinannya sejak 2014 hingga sekarang, Prof Syafsir Akhlus menjelaskan bahwa cukup banyak dinamika yang terjadi dan menurutnya adalah wajar sebagai suatu organisasi.

“Permasalahan yang sering dihadapi adalah penyediaan fasilitas bagi Mahasiswa. Pertama saya apresiasi sekali untuk Mahasiswa UMRAH yang telah ikut memperhatikan Kampusnya ini. Baru saja kemarin melalui BEM tingkat Universitas mengundang saya untuk beraudiensi bersama mereka terkait penyediaan transportasi bis bagi mahasiswa dan fasilitas lainnya”. Ungkap Prof. Akhlus

Terkait permasalahan transportasi Bis Mahasiswa itu sebenarnya tidak disediakan oleh Universitas (UMRAH). Intinya Bis itu adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi, pada awalnya Bis itu diberikan plus bantuan operasional nya. Namun sekarang ini hanya Bis saja tanpa biaya operasional-nya. Sedangkan UMRAH sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memang tidak dibenarkan mengalokasikan anggaran untuk operasional transportasi Mahasiswa.

“Lalu perlu diingat bahwa keberadaan perguruan tinggi itu haruslah menjadi sumber ekonomi baru bagi daerah sekitarnya. Jadi yang benar seharusnya apabila UMRAH berada di Dompak maka masyarakat disekitar kampus ini harus mendapatkan efek dari keberadaan Mahasiswa. Contoh sederhananya Mahasiswa itu kos disekitar kampus, kenapa saya katakan demikian karena apabila Mahasiswa tinggal jauh dari kampus maka dia berisiko untuk datang ke kampus melalui moda transportasi yang tersedia” Jelas Prof Akhlus.

Menurut Profesor yang gemar berpantun ini, yang benar itu kosnya mahasiswa harus berada di sekitar kampus. Bahwa dia sekali-sekali ke kota itu silahkan, Nah peran pemerintah daerah mengadakan transportasi Mahasiswa ke kota, bukan dari rumahnya ke kampus. Itulah perbedaan persepsi yang terjadi selama ini.

“Di semua daerah sudah terbukti bahwa keberadaan kampus itu menumbuhkan ekonomi daerah seputar kampus. Nah saya sebagai Rektor harus segera untuk merealisasikan keadaan ini. Kita sudah terlalu lama berada pada satu keputusan atau kebijakan yang tidak tepat dan kita akan segera evaluasi mengenai masalah bis ini”. Terang Prof. Akhlus.

Selanjutnya untuk permasalahan fasilitas, pada prinsipnya fasilitas kampus itu adalah kewajiban dari Institusi untuk memperbaiki dan segala macam nya. Di UMRAH kewenangan itu khususnya kewenangan evaluasi atas fasilitas itu sudah diberikan kepada fakultas masing-masing. Fakultas lah yang membuat perincian apa-apa yang perlu diperbaiki maupun ditambah karena itu semua menyangkut operasional di fakultas.

“Nah yang paling penting lagi adalah barang-barang yang dapat diperbaiki maupun diganti itu harus barang-barang milik negara yang terdaftar dalam daftar Barang Milik Negara (BMN) atau milik UMRAH. Apapun barang yang rusak dan akan diperbaiki, maka harus terdaftar di BMN. Inilah yang harus kita pahami bersama”. pungkasnya.

“Kita terima kasih sekali lagi untuk Mahasiswa yang telah mengingatkan dan kita akan evaluasi”. ujar Prof. Akhlus

Jadi harusnya UMRAH ini menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. Mahasiswa nya tinggal di sekitar kampus bukan disekitar pasar sehingga tidak bermasalah dalam hal transportasi ke kampus.

“Lalu dengan mereka kos di rumah-rumah penduduk sekitar kampus maka nanti akan ada kebutuhan lalu tumbuhlah pasar, kemudian mereka butuh ke kota maka tumbuhlah transport maka jalanlah yang namanya ekonomi. Jadi sudah saatnya UMRAH memberikan dampak baik bagi perekonomian masyarakat sekitar”. ujar Prof. Akhlus mengakhiri perbincangan dengan Humas UMRAH.*

Reporter: Rendi/Humas
Editor Teks : Adi Pranadipa

UMRAH gelar Lokakarya Student Centered Learning

0

Dompak – Di era Revolusi Industri 4.0, alumni perguruan tinggi dihadapkan pada tantangan untuk mampu menguasai keterampilan berpikir tinggi (high order thinking skills) yang telah menjadi kebutuhan di abad ke-21.

“Untuk dapat mewujudkan high order thinking skill pada setiap mahasiswa yang dapat mencapai kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan pada abad ke-21 tersebut, maka dosen perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat menerapkan metode dan model pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa melalui Lokakarya penerapan metode/model pembelajaran berpusat pada Mahasiswa” Ujar Rektor UMRAH, Prof Dr Syafsir Akhlus dalam sambutannya saat membuka
Lokakarya Metode Pembelajaran SCL di Perguruan Tinggi, Kamis (4/4) di Ruang Rapat Serbaguna Lantai Tiga Rektorat Dompak.

Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dan merupakan tindak lanjut dari Workshop Rekonstruksi Kurikulum 4.0.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dan tindak lanjut dari Workshop Rekonstruksi Kurikulum 4.0 yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Sampai saat ini proses rekonstruksi kurikulum tersebut berjalan  dan ditargetkan akan diselesaikan pada minggu keempat bulan April 2019” ujar Rektor.

Kegiatan yang digelar oleh Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama ini bertujuan untuk untuk meningkatkan keterampilan berpikir tinggi mahasiswa (high order thinking skills)

Higher order thkinking skills ini meliputi Kemampuan berpikir kristis dan pemecahan masalah, kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama, kemampuan mencipta dan memperbaharui, literasi teknologi informasi dan komunikasi dan kemampuan belajar kontekstual” kata Ary Satia Dharma, Kepala BAKK sekaligus Ketua panitia acara kepada Humas UMRAH.

Pada sesi Lokakarya, materi yang ditampilkan kepada peserta antara lain; Urgensi High Order Thinking Skills (HOTS) di Abad-21, disampaikan oleh Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc. Kemudian Penerapan Pendekatan Saintifik dan Model-model Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa (student centered learning) di Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Prof. Dr. rer.nat. Rayandra Asyhar, M.Si.

Dalam Lokakarya ini peserta mengikuti sesi Kerja Kelompok sekaligus Simulasi Model Pembelajaran dari tiap Kelompok yang dipandu oleh Prof. Dr. rer.nat. Rayandra Asyhar, M.Si yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I UMRAH.

Lokakarya ini diikuti sebanyak 63 orang peserta yang terdiri dari 57 orang perwakilan dari tiap Program Studi (masing-masing 3 orang), 5 orang dosen perwakilan dari STISIPOL Raja Haji, STIE Pembangunan, STT Indonesia, STAI Abdurrachman, STAI Mifthahul Ulum dan satu orang Staf Khusus Rektor UMRAH.

Kontributor & Foto: Rendi (humas)

Editor Teks : Adi Pranadipa