Sinergi Mahasiswa dan Warga, UKM MDC UMRAH Dorong Kemandirian Pesisir Melalui Transplantasi Karang di Lagoi
LAGOI — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Maritime Diving Club (MDC) kembali mewujudkan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, melalui aksi nyata penyelamatan ekosistem laut di perairan Kampung Baru, Lagoi. Selama dua hari, tepatnya pada 18 hingga 19 April 2026, para mahasiswa pencinta bawah laut ini berkolaborasi langsung dengan warga lokal untuk melaksanakan program transplantasi karang.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi terumbu karang yang kian terancam akibat dampak perubahan iklim, pencemaran, hingga praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Padahal, bagi masyarakat pesisir Lagoi, terumbu karang bukan sekadar benteng pelindung pantai dari abrasi, melainkan jantung utama penghidupan yang menopang sektor perikanan dan pariwisata bahari setempat.
Fokus pengabdian ini tidak hanya berhenti pada penanaman fisik di bawah laut, tetapi ditekankan pada penguatan kesadaran dan kapasitas masyarakat lokal agar mampu mandiri menjaga ruang hidup mereka. Di sela-sela proses teknis penurunan media tanam dan pengikatan fragmen karang yang dilakukan oleh para penyelam bersertifikat MDC, ruang dialog dan edukasi bersama warga Kampung Baru dibuka lebar.
Anggota MDC UMRAH menggelar sosialisasi interaktif mengenai hubungan langsung antara kesehatan terumbu karang dengan stabilitas ekonomi domestik warga, khususnya dalam menjaga ketersediaan komoditas ikan dan daya tarik wisata selam. Pendekatan edukatif ini memicu antusiasme yang luar biasa dari masyarakat setempat, yang tidak hanya hadir menyaksikan, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan menyatakan komitmennya untuk ikut memonitoring keberlanjutan karang yang telah ditanam.
Kehadiran program pengabdian masyarakat berbasis lingkungan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang yang signifikan bagi ekosistem dan kesejahteraan warga Lagoi. Ketua Pelaksana Kegiatan menegaskan bahwa sinergi antara mahasiswa dan warga dalam program ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya kelompok-kelompok peduli lingkungan berbasis masyarakat di wilayah Kepulauan Riau.
Melalui keberhasilan aksi kolaboratif ini, UMRAH melalui MDC tidak hanya memosisikan diri sebagai organisasi kemahasiswaan yang terampil di bidang penyelaman, tetapi juga sebagai agen perubahan yang melangkah nyata di garis depan bersama masyarakat dalam menjaga, merawat, dan melestarikan keberlanjutan sumber daya maritim Indonesia. (Humas UMRAH & MDC UMRAH)


