UMRAH Gandeng Danantara Indonesia, Aliansi Strategis dalam Pengembangan Teknologi dan Hilirisasi Industri Strategis
JAKARTA — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) memperluas jejaring kemitraan strategis dalam pengembangan teknologi, inovasi, dan hilirisasi industri nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Danantara Indonesia. Penandatanganan berlangsung pada Selasa (27/10), di Fairmont Hotel, Jakarta, di sela kegiatan Danantara Technology Innovation and Investment Forum (DTIIF).
Kerja sama tersebut mengusung tema “Kolaborasi dalam Penguatan Kapabilitas Teknologi, Industrialisasi, dan Hilirisasi Strategis”. Kemitraan ini menjadi langkah untuk memperkuat keterhubungan antara kapasitas akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan pengembangan industri nasional.
Bagi UMRAH, kerja sama ini tidak sekadar menjadi hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Riau untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi, inovasi, serta produk strategis yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Sebagai provinsi kepulauan yang berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan sejumlah pusat ekonomi Asia Tenggara, Kepulauan Riau memiliki potensi besar dalam pengembangan industri maritim, perikanan, pangan laut, energi, dan teknologi kelautan.
Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh kemampuan riset, penguasaan teknologi, inovasi produk, pengembangan sumber daya manusia, serta ekosistem kolaborasi yang mampu menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan industri dan pasar.
Rektor UMRAH: Riset Harus Menghasilkan Nilai Tambah Ekonomi
Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA, menyambut positif kerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai peluang untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi.
Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu melangkah lebih jauh dari sekadar menghasilkan publikasi ilmiah dan lulusan. Hasil riset perlu dikembangkan menjadi teknologi dan produk inovatif yang memberikan manfaat serta nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Bagi UMRAH, kerja sama dengan Danantara bukan hanya tentang membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga tentang membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi perguruan tinggi dalam pengembangan industri strategis nasional. UMRAH tidak boleh berhenti pada menghasilkan publikasi ilmiah dan lulusan. Kita harus mampu mengembangkan riset menjadi teknologi, teknologi menjadi produk, dan produk menjadi nilai tambah ekonomi yang dirasakan masyarakat,” demikian pernyataan Rektor UMRAH.
Ia juga menilai Kepulauan Riau memiliki modal penting untuk mengambil bagian dalam agenda pengembangan industri strategis nasional. Keunggulan geografis, karakter wilayah kepulauan, potensi sumber daya maritim, serta keberadaan perguruan tinggi dengan bidang keahlian yang beragam merupakan aset yang dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan inovasi daerah.
“Kepri tidak boleh hanya menjadi lokasi investasi dan pasar bagi produk industri dari luar. Kita harus membangun kapasitas agar sumber daya manusia, pengetahuan, dan hasil riset yang dihasilkan di daerah ini ikut menjadi bagian dari rantai nilai industri. Karena itu, saya melihat pentingnya membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi, sehingga keahlian yang tersebar dapat dipadukan untuk menjawab kebutuhan industri secara lebih terarah,” lanjutnya.
Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi Kemaritiman
Melalui aliansi strategis dengan Danantara Indonesia, UMRAH berpeluang mendorong pendekatan kolaborasi yang menghubungkan agenda penelitian dengan kebutuhan industri sejak tahap awal.
Keterlibatan dunia usaha dan mitra industri menjadi penting dalam mengidentifikasi persoalan, merumuskan spesifikasi teknologi, melakukan pengujian produk, hingga menilai kelayakan produksi dan potensi pasar.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan hasil riset untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.
Bagi UMRAH, sebagai perguruan tinggi yang memiliki mandat pengembangan keilmuan dan keunggulan di bidang kemaritiman, kerja sama ini membuka ruang untuk memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan sektor maritim, perikanan, pangan laut, energi, serta teknologi kelautan.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi dan mitra industri juga menjadi salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan hasil penelitian yang dimiliki Kepulauan Riau.
Bangun Ekosistem Inovasi untuk Kemajuan Daerah
Penandatanganan MoU antara UMRAH dan Danantara Indonesia diharapkan menjadi titik awal pengembangan agenda kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Kemitraan ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai bagian penting dalam rantai inovasi dan industrialisasi nasional. Dengan menghubungkan pengetahuan akademik, teknologi, investasi, dunia industri, dan kebutuhan masyarakat, hasil riset diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas.
Melalui kerja sama ini, UMRAH berkomitmen memperluas peran dan kontribusinya dalam mendukung pengembangan teknologi serta hilirisasi industri strategis, khususnya dengan mengoptimalkan potensi kemaritiman dan keunggulan sumber daya Kepulauan Riau.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya UMRAH untuk menghadirkan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi yang berdampak bagi pembangunan maritim dan kesejahteraan masyarakat.(RAS/Humas)
