UMRAH Tuan Rumah KKN Internasional ke-4 Tahun 2027
KKN Internasional ke-4 akan membawa mahasiswa perguruan tinggi dalam dan luar negeri ke Kepulauan Riau.
TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke-4 Tahun 2027. Mandat tersebut secara resmi diterima Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., dalam rangkaian malam penutupan KKN Internasional ke-3 yang berlangsung di Alun-alun Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (23/8).
Penetapan UMRAH sebagai tuan rumah ditandai dengan penyerahan bendera pataka dari Universitas Siliwangi (UNSIL) selaku tuan rumah KKN Internasional ke-3 kepada UMRAH. Bendera pataka tersebut diterima langsung oleh Rektor UMRAH sebagai simbol beralihnya mandat penyelenggaraan KKN Internasional berikutnya ke Provinsi Kepulauan Riau.
Dengan diterimanya mandat tersebut, pelaksanaan KKN Internasional ke-4 Tahun 2027 akan digelar di Provinsi Kepulauan Riau dengan UMRAH sebagai tuan rumah.
KKN Internasional ke-4 mengusung tema “Fostering Islands Resilience and Coastal Welfare through Global Empowerment and Partnerships”. Tema tersebut menempatkan isu ketahanan wilayah kepulauan dan kesejahteraan masyarakat pesisir sebagai bagian penting dari pelaksanaan program pengabdian yang melibatkan jejaring perguruan tinggi nasional dan internasional.
Rektor UMRAH menyampaikan optimisme bahwa penyelenggaraan KKN Internasional ke-4 di Kepulauan Riau dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, karakteristik Kepri sebagai provinsi kepulauan menjadi peluang untuk menghadirkan model pengabdian yang relevan dengan persoalan masyarakat pesisir sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari berbagai negara.
“Kami optimistis KKN Internasional ke-4 di Kepulauan Riau dapat terlaksana sesuai dengan rencana. Karakteristik Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan menjadi kekuatan tersendiri untuk menghadirkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi internasional,” ujar Rektor UMRAH.
Pulau Penyengat dan Desa Pengudang Jadi Usulan Lokasi
Untuk pelaksanaan KKN Internasional ke-4, UMRAH berencana mengusulkan dua wilayah sebagai lokasi penempatan peserta, yakni Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, dan Desa Pengudang, Kabupaten Bintan.
Kedua lokasi tersebut masih berupa usulan awal dan belum menjadi keputusan final. Rektor menyampaikan bahwa penentuan lokasi akan dibahas lebih lanjut bersama tim UMRAH dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan masyarakat, kesiapan lokasi, serta program yang dapat dikembangkan dalam kerangka KKN Internasional.
Jika rencana tersebut terealisasi, para peserta akan mendapatkan pengalaman pengabdian di kawasan yang memiliki karakteristik masyarakat pesisir dan kepulauan, sekaligus berinteraksi secara langsung dengan potensi sosial, budaya, lingkungan, dan ekonomi masyarakat setempat.
KKN Internasional ke-3 Libatkan Ratusan Peserta
KKN Internasional ke-3 yang berlangsung di Pangandaran, Jawa Barat, menjadi gambaran skala penyelenggaraan kegiatan yang akan dilanjutkan di Kepulauan Riau.
Pada pelaksanaan KKN Internasional ke-3, tercatat 236 peserta yang berasal dari 31 perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, kegiatan juga diikuti 15 peserta dari perguruan tinggi luar negeri yang berasal dari sejumlah negara, antara lain Thailand, Malaysia, Bangladesh, India, Pakistan, dan Tanzania.
Dengan melihat jumlah peserta pada penyelenggaraan sebelumnya, jumlah peserta KKN Internasional ke-4 di Kepulauan Riau diperkirakan setidaknya berada pada jumlah yang sama, meskipun jumlah final peserta masih akan ditentukan melalui proses persiapan dan koordinasi penyelenggara.
Keterlibatan peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri akan menjadi peluang bagi UMRAH untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan Kepulauan Riau sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian internasional.
Perkuat Posisi Kepri sebagai Ruang Kolaborasi Internasional
Dipercayanya UMRAH sebagai tuan rumah KKN Internasional ke-4 menjadi momentum strategis bagi universitas untuk memperkuat peran dalam jejaring pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi internasional.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lokasi KKN, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya, dan gagasan antara mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Bagi UMRAH, penyelenggaraan KKN Internasional juga memiliki relevansi kuat dengan karakter universitas yang berada di wilayah kepulauan. Berbagai persoalan dan potensi masyarakat pesisir dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi peserta untuk merancang program pengabdian yang inovatif dan berkelanjutan.
Melalui tema “Fostering Islands Resilience and Coastal Welfare through Global Empowerment and Partnerships”, UMRAH diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan KKN Internasional yang tidak hanya memperkuat pengalaman mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kepulauan Riau.

Penerimaan bendera pataka dari UNSIL sekaligus menjadi awal bagi UMRAH untuk mempersiapkan penyelenggaraan KKN Internasional ke-4 secara matang, mulai dari penentuan lokasi, pemetaan kebutuhan masyarakat, penyusunan program, hingga penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra internasional.
Sebagai Maritime Civic Civilization University, UMRAH memandang kepercayaan menjadi tuan rumah KKN Internasional ke-4 sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa wilayah kepulauan bukanlah batas, melainkan ruang strategis untuk membangun kolaborasi global, memperkuat ketahanan masyarakat pesisir, dan menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi pembangunan berkelanjutan. (RAS/Humas)
