Usung Semangat Satu Gurindam,UMRAH Serahkan Bantuan Rp 35 Juta untuk Korban Banjir Sumatra

Jakarta – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyalurkan bantuan dana kemanusiaan sebesar Rp 35 juta untuk korban bencana banjir yang melanda wilayah Sumatra.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi, DEA kepada Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Jakarta.

Dana kemanusiaan ini merupakan wujud solidaritas yang terkumpul dari sivitas akademika UMRAH, yang merasa prihatin atas musibah bencana alam tersebut.

Rektor UMRAH, Prof. Agung mengungkapkan, rasa kemanusiaan yang menggerakkan seluruh elemen kampus untuk bahu-membahu menggalang dana melalui Tim Peduli Bencana UMRAH.

“Gerakan solidaritas ini merupakan manifestasi nyata dari nilai “Satu Gurindam” yang dipegang teguh oleh UMRAH. Hal ini juga menjadi implementasi dari salah satu bait Gurindam 12, yakni hendaklah berjasa kepada yang sebangsa” ujar Prof. Agung

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UMRAH, Dr. Suryadi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh keluarga besar UMRAH yang telah berpartisipasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap sivitas akademika, baik mahasiswa, tenaga kependidikan (tendik), maupun dosen yang sudah menyalurkan bantuan melalui Tim Peduli Bencana UMRAH,” ujar Suryadi.

Suryadi berharap, donasi yang terkumpul dapat menjadi amal kebaikan dan meringankan beban para korban bencana.

“Mudah-mudahan semua infak yang diberikan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, serta memberikan kebaikan bagi sivitas akademika UMRAH yang turut berdonasi sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita,” tuturnya.

Penggalangan Dana Masih Dibuka

Lebih lanjut, Suryadi menegaskan bahwa penyaluran dana sebesar Rp 35 juta ini merupakan tahap awal. Pihaknya memastikan Tim Peduli Bencana UMRAH masih terus membuka kesempatan berdonasi.

Menurut Suryadi, fase pemulihan setelah bencana (pascabencana) justru merupakan masa yang krusial, sehingga bantuan berkelanjutan sangat diperlukan.

“Rekening donasi ini akan dibuka terus karena penanganan pascabencana jauh lebih krusial. Perhatian, tali asih, dan bantuan masih sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang terdampak,” pungkas Suryadi.

Editor : Adi Pranadipa/Humas

Scroll to Top