Dompak – Di era Revolusi Industri 4.0, alumni perguruan tinggi dihadapkan pada tantangan untuk mampu menguasai keterampilan berpikir tinggi (high order thinking skills) yang telah menjadi kebutuhan di abad ke-21.

“Untuk dapat mewujudkan high order thinking skill pada setiap mahasiswa yang dapat mencapai kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan pada abad ke-21 tersebut, maka dosen perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat menerapkan metode dan model pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa melalui Lokakarya penerapan metode/model pembelajaran berpusat pada Mahasiswa” Ujar Rektor UMRAH, Prof Dr Syafsir Akhlus dalam sambutannya saat membuka
Lokakarya Metode Pembelajaran SCL di Perguruan Tinggi, Kamis (4/4) di Ruang Rapat Serbaguna Lantai Tiga Rektorat Dompak.

Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dan merupakan tindak lanjut dari Workshop Rekonstruksi Kurikulum 4.0.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dan tindak lanjut dari Workshop Rekonstruksi Kurikulum 4.0 yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Sampai saat ini proses rekonstruksi kurikulum tersebut berjalan  dan ditargetkan akan diselesaikan pada minggu keempat bulan April 2019” ujar Rektor.

Kegiatan yang digelar oleh Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama ini bertujuan untuk untuk meningkatkan keterampilan berpikir tinggi mahasiswa (high order thinking skills)

Higher order thkinking skills ini meliputi Kemampuan berpikir kristis dan pemecahan masalah, kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama, kemampuan mencipta dan memperbaharui, literasi teknologi informasi dan komunikasi dan kemampuan belajar kontekstual” kata Ary Satia Dharma, Kepala BAKK sekaligus Ketua panitia acara kepada Humas UMRAH.

Pada sesi Lokakarya, materi yang ditampilkan kepada peserta antara lain; Urgensi High Order Thinking Skills (HOTS) di Abad-21, disampaikan oleh Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc. Kemudian Penerapan Pendekatan Saintifik dan Model-model Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa (student centered learning) di Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Prof. Dr. rer.nat. Rayandra Asyhar, M.Si.

Dalam Lokakarya ini peserta mengikuti sesi Kerja Kelompok sekaligus Simulasi Model Pembelajaran dari tiap Kelompok yang dipandu oleh Prof. Dr. rer.nat. Rayandra Asyhar, M.Si yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I UMRAH.

Lokakarya ini diikuti sebanyak 63 orang peserta yang terdiri dari 57 orang perwakilan dari tiap Program Studi (masing-masing 3 orang), 5 orang dosen perwakilan dari STISIPOL Raja Haji, STIE Pembangunan, STT Indonesia, STAI Abdurrachman, STAI Mifthahul Ulum dan satu orang Staf Khusus Rektor UMRAH.

Kontributor & Foto: Rendi (humas)

Editor Teks : Adi Pranadipa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here