Dosen UMRAH Gandeng Startup Singapura Kembangkan Eduekowisata Bahari Senggarang
TANJUNGPINANG — Potensi kehidupan masyarakat pesisir Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai dikembangkan menjadi produk eduekowisata bahari yang menyasar wisatawan mancanegara. Inisiatif tersebut dikembangkan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Senggarang dan startup wisata maritim asal Singapura, PasarFish. Senin (7/9).
Program yang didanai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) UMRAH tersebut dipimpin Mirza Ayunda Pratiwi, dosen Program Studi Bisnis Digital UMRAH. Tim lintas program studi bersama Pokdarwis Senggarang mengemas aktivitas keseharian masyarakat pesisir dan kearifan lokal nelayan menjadi pengalaman wisata yang memiliki nilai edukasi sekaligus peluang ekonomi.
Senggarang yang juga dikenal sebagai Kampung Proklim dinilai memiliki beragam potensi yang selama ini belum dikembangkan secara optimal sebagai produk wisata.
Berdasarkan hasil pemetaan potensi wilayah, tim PKM UMRAH bersama Pokdarwis merumuskan lima pilihan paket wisata, yakni Paket Sejarah & Budaya Senggarang, Paket Kearifan Lokal Nelayan, Paket Edukasi Konservasi Mangrove, Paket Adventure Laut, serta Paket Terpadu Explore Senggarang.
Paket Terpadu Explore Senggarang diarahkan sebagai produk unggulan karena menggabungkan berbagai pengalaman wisata dalam satu rangkaian perjalanan.
Pendampingan yang diberikan tim UMRAH tidak hanya mencakup penyusunan rute wisata, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penentuan harga layanan, hingga perhitungan proyeksi keuntungan. Langkah tersebut ditujukan agar Pokdarwis tidak hanya memiliki paket wisata, tetapi juga mampu mengelolanya sebagai produk ekonomi masyarakat.
Kolaborasi dengan PasarFish kemudian membuka kesempatan untuk menguji coba paket wisata tersebut kepada wisatawan mancanegara. Sebanyak delapan wisatawan mengikuti uji coba paket dengan tarif Rp450.000 per orang. Harga tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan khusus rombongan, termasuk penyewaan boat.
Menawarkan Pengalaman Kehidupan Pesisir
Rangkaian perjalanan wisata dimulai dengan penjemputan rombongan menuju Kelong Madu Tiga. Di lokasi tersebut, wisatawan diperkenalkan dengan kuliner khas masyarakat pesisir, seperti asam pedas ikan bawal, tumis pucuk ubi, gonggong sambal asam, serta hidangan penutup berbahan ubi dan jagung.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju keramba tradisional di kawasan Kelenteng Nyonya. Wisatawan melihat secara langsung konstruksi keramba yang menggunakan pondasi cacak berbahan pohon nibung, sebuah teknik tradisional yang menurut para tamu sudah tidak mereka temukan lagi di Singapura.
Dari kawasan tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan boat menuju Tanjong Sebaok. Wisatawan menyaksikan demonstrasi penangkapan ikan menggunakan alat tradisional, antara lain sondong, bubu, dan bento.
Aspek lingkungan juga menjadi bagian dari pengalaman wisata. Di kawasan permukiman warga, rombongan diperkenalkan dengan toilet ramah lingkungan laut yang merupakan hasil kolaborasi dosen UMRAH Henky Irawan bersama pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah, dan pihak filantropi.
Aktivitas wisata tersebut turut memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Selain Pokdarwis sebagai pengelola paket wisata, kegiatan ini menggerakkan usaha pemilik boat, pengelola kelong di Madu Tiga, serta nelayan setempat.
Wisatawan Singapura Bernostalgia
Founder PasarFish, Kenny, mengaku terkesan dengan pengalaman yang ditawarkan Senggarang. Menurutnya, perjalanan tersebut menghadirkan suasana yang mengingatkannya pada kehidupan pesisir Singapura beberapa dekade lalu.
“Ini seperti flashback ke masa kecil saya bersama orang tua dan kakek sekitar 30 tahun lalu di Singapura. Sekarang, suasana dan tradisi seperti ini sudah tidak bisa lagi ditemukan di sana,” ujar Kenny.
Kesan tersebut mendorong Kenny untuk merencanakan kunjungan berikutnya dengan membawa lebih banyak wisatawan dari Singapura ke Senggarang.
Pengembangan eduekowisata ini juga mendapat dukungan dari pemerintah Kelurahan Senggarang. Lurah Senggarang disebut turut mendampingi tim dosen UMRAH dalam rangkaian kegiatan di lapangan. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat keterlibatan masyarakat dan Pokdarwis dalam mengembangkan potensi wisata di wilayahnya.
Mirza Ayunda Pratiwi mengatakan respons positif wisatawan mancanegara menjadi momentum bagi masyarakat lokal untuk melihat kembali nilai ekonomi dari aktivitas keseharian mereka.
“Bagi masyarakat pesisir, aktivitas ini mungkin terasa biasa karena dilakukan sehari-hari. Tapi bagi masyarakat luar, ini adalah hal langka dan pengalaman unik. Warga harus mulai menyadari potensi besar ini agar ekonomi Senggarang terus berkembang,” pungkas Mirza.
(RAS/Humas)
