Mahasiswa Bisnis Digital UMRAH Raih Runner Up 1 di Kompetisi Business Plan Internasional
TANJUNGPINANG — Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim mahasiswa yang tergabung dalam Oceanova berhasil meraih Runner Up 1 subtema Fashion pada ajang International Business Plan Competition EcoFest Vol. 5 yang diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ). Senin (7/9).
Prestasi tersebut diraih oleh tiga mahasiswa Bisnis Digital UMRAH, yakni Ralda Ayu Bintani, Shalsa Dilla Vitriani, dan Nindan Karang Setiawan Putri. Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung inovasi bisnis digital bernama MORAYA, yang dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan pada sektor fashion di Kepulauan Riau (Kepri).
MORAYA dikembangkan dengan melihat persoalan yang dihadapi pelaku usaha fashion dan penjahit lokal di Kepri, mulai dari keterbatasan akses modal usaha, maraknya impor thrifting ilegal, hingga posisi penjahit lokal yang menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.
MORAYA Bangun Ekosistem Fashion Lokal
Melalui MORAYA, tim Oceanova mengintegrasikan pelaku usaha fashion, penjahit lokal, dan konsumen dalam satu ekosistem digital. Konsep tersebut diarahkan untuk membangun keterhubungan antara pelaku usaha dan konsumen sekaligus mendorong keberlanjutan sektor fashion lokal.
Ralda Ayu Bintani, perwakilan tim, mengatakan MORAYA lahir dari perhatian mereka terhadap persoalan yang dihadapi pelaku usaha dan penjahit lokal di daerah.
“MORAYA kami hadirkan sebagai solusi atas persoalan fashion yang selama ini dihadapi pelaku usaha dan penjahit lokal di Kepri. Kami ingin membuktikan bahwa ide dari daerah pun bisa bersaing di ajang internasional,” ujar Ralda.
Wakil Rektor UMRAH Bidang Kemahasiswaan, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., turut mengapresiasi capaian tim Oceanova. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UMRAH mampu mengembangkan gagasan yang berangkat dari persoalan lokal untuk kemudian dibawa ke tingkat internasional.
“Kami mengapresiasi prestasi yang diraih mahasiswa Bisnis Digital UMRAH melalui inovasi MORAYA. Yang membanggakan, gagasan yang mereka bawa berangkat dari persoalan dan potensi yang ada di Kepulauan Riau, kemudian mampu bersaing di tingkat internasional. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMRAH memiliki keberanian, kreativitas, dan kemampuan untuk membawa gagasan daerah ke panggung yang lebih luas,” ujar Suryadi.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan inovasi dan aktif mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap prestasi ini tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi pengalaman yang mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba dan berkompetisi. Kampus akan terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa, termasuk melalui inovasi dan karya yang memberikan solusi terhadap persoalan di masyarakat,” tambahnya.
Tangguh Hadapi Kompetisi Global
Perjalanan tim Oceanova hingga meraih posisi Runner Up 1 tidak lepas dari proses persiapan dan persaingan yang ketat. Tim harus menyusun rancangan bisnis secara komprehensif sekaligus mempresentasikan gagasan tersebut dalam bahasa Inggris di hadapan dewan juri.
Dalam kompetisi tersebut, mereka berhadapan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik dari dalam maupun luar negeri. Pembagian peran yang terstruktur, solidaritas tim, serta kemampuan membaca persoalan lokal menjadi bagian penting dalam proses mereka menghadapi kompetisi.
Capaian Oceanova menunjukkan bahwa mahasiswa Bisnis Digital FEBM UMRAH tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan persoalan di lingkungan sekitar menjadi gagasan bisnis berbasis teknologi.
Melalui MORAYA, potensi dan persoalan sektor fashion di Kepulauan Riau diangkat menjadi sebuah gagasan yang dibawa ke ruang kompetisi internasional. Prestasi tersebut sekaligus menambah catatan capaian mahasiswa UMRAH dalam mengembangkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan dan potensi daerah.
Capaian ini juga menjadi dorongan bagi mahasiswa UMRAH untuk terus mengembangkan gagasan yang tidak hanya kompetitif dalam ajang perlombaan, tetapi memiliki relevansi dengan persoalan dan potensi daerah. Dari Kepri, mahasiswa UMRAH membuktikan bahwa gagasan lokal dapat dibawa ke panggung internasional. (RAS/Humas)
