UMRAH Perkuat Ekosistem Akademik dan Inovasi Kemaritiman Melalui Kerja Sama Strategis dengan UNDIP

Semarang (20/5) – Dalam upaya mengakselerasi peningkatan mutu institusi dan memperluas jejaring akademis, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Diponegoro (UNDIP). Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu, 20 Mei 2026, di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang.

Kehadiran delegasi UMRAH yang disambut hangat oleh segenap jajaran pimpinan UNDIP, termasuk Wakil Rektor dan para dekan, menegaskan komitmen kuat dari kedua institusi untuk bersinergi memajukan mutu pendidikan tinggi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.

Langkah kolaboratif ini difokuskan pada penguatan pilar-pilar Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup perluasan akses pendidikan, kolaborasi penelitian, hingga hilirisasi program pengabdian kepada masyarakat. Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., memandang kemitraan formal ini dengan penuh optimisme. Sebagai kampus yang berfokus pada penguatan kemaritiman, UMRAH melihat UNDIP sebagai mitra strategis yang sangat tepat untuk saling bertukar pengetahuan dan sumber daya. Prof. Agung menyampaikan bahwa kehadiran UMRAH di UNDIP adalah untuk belajar langsung dari perguruan tinggi yang telah mapan dan menjadi teladan.

“Kami datang ke sini untuk belajar dari perguruan tinggi yang sudah established dan menjadi teladan. Ini adalah tantangan nyata, sehingga kami berharap UNDIP dapat mengambil bagian untuk melakukan kerja sama, baik melalui penguatan SDM, riset, maupun pengabdian masyarakat. Kami juga mengajak para peneliti UNDIP untuk mengoptimalkan potensi wilayah Kepulauan Riau yang 97% areanya merupakan lautan. Sebagai langkah cepat, kami membawa Koordinator SDGs Center kami agar dapat mempelajari dan mengadopsi sistem Waste Management serta Eco-Green Campus yang sukses diterapkan UNDIP untuk segera kami implementasikan di kampus UMRAH,” ungkapnya.

Semangat sinergi ini tidak hanya sebatas wacana di atas kertas, tetapi langsung diwujudkan melalui langkah adaptif di lapangan. Usai pelaksanaan penandatanganan MoU, Rektor UMRAH langsung meninjau lokasi pengelolaan sampah dan limbah milik UNDIP yang telah sukses menerapkan konsep Zero Waste. Dalam kegiatan tersebut, Rektor UMRAH didampingi langsung oleh Manajer UPT Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) UNDIP, Dr. Bina Kurniawan, S.K.M., M.Kes. Peninjauan ini dilakukan untuk mempelajari secara mendalam sistem pengelolaan sampah dan limbah terpadu yang diterapkan UNDIP sebagai bagian dari komitmen kampus terhadap pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Ke depannya, model pengelolaan limbah berbasis konsep Zero Waste tersebut direncanakan akan segera direplikasi di lingkungan kampus UMRAH. Harapannya, praktik-praktik baik tersebut dapat diadopsi untuk mendukung terwujudnya ekosistem kampus UMRAH yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. Lebih jauh lagi, apabila implementasinya di kampus berjalan optimal, model tersebut selanjutnya ditargetkan untuk dapat dikembangkan lebih luas di wilayah perkotaan Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki intensitas persoalan sampah dan limbah cukup tinggi, seperti Kota Batam dan Kota Tanjungpinang.

Inisiatif dan keterbukaan UMRAH ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Ia menegaskan bahwa UNDIP berkomitmen penuh untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, termasuk memberikan afirmasi bagi pengembangan institusi mitra seperti UMRAH.

Melalui pertukaran keahlian, riset maritim bersama, serta pembukaan akses studi lanjut bagi para dosen, Prof. Suharnomo meyakini kemitraan ini tidak sekadar menekan kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah, melainkan juga melahirkan dampak sosial (social impact) yang inklusif. Ia pun mendorong agar inovasi hasil riset di bidang teknologi, ketahanan pangan, dan energi terbarukan dapat segera dihilirisasi agar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen di perpustakaan.

Ke depan, penandatanganan Nota Kesepahaman ini akan segera ditindaklanjuti secara konkret melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih terarah di tingkat fakultas, program studi, maupun pusat studi di kedua institusi. Kerja sama antara UMRAH dan UNDIP ini akan direalisasikan dengan berbagai program nyata, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, riset bersama, pengembangan pusat studi, penguatan publikasi ilmiah, hingga kolaborasi komprehensif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui jalinan aliansi strategis ini, UMRAH terus membuktikan langkah nyatanya dalam membangun ekosistem akademik yang progresif dan berorientasi pada masa depan. Penguatan jejaring kelembagaan bersama UNDIP ini diharapkan tidak hanya memperkokoh posisi UMRAH sebagai poros maritim pendidikan tinggi di tingkat nasional, tetapi juga menjadi katalisator kemajuan bagi Provinsi Kepulauan Riau dan Indonesia.

(Humas UMRAH)