PBSI FKIP UMRAH Sukses gelar Webinar Karya Sastra Sebagai Pendidikan Karakter

0
211

TANJUNGPINANG – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali (PBSI FKIP UMRAH) menaja Web seminar (Webinar) bertaraf Nasional pada Selasa (9/6) yang diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan mancanegara

Ahada Wahyusari, ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMRAH sekaligus moderator Webinar menuturkan bahwa kegiatan semianr daring tersebut dihadiri oleh ribuan peserta baik dari lokal maupun mancanegara

“Alhamdulillah, webinar kali ini telah terdaftar lebih dari seribu peserta dari seluruh Indonesia dan bahkan ada juga dari Malaysia dan Australia,” ucapnya

Ahada menambahkan bahwa pada kegiatan yang mengangkat tema Karya Sastra Sebagai Sumber Pendidikan Karakter itu menghadirkan tiga narasumber yang berbicara secara bergantian

“Narasumber pada webinar ini adalah Ir. Hendarman, M. Sc., Ph. D (Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud RI), Prof. Dr. Hasanuddin WS, M. Hum. (Guru Besar Universitas Negeri Padang), dan Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M. Pd. (Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji),” sebut Ahada yang juga bertugas sebagai moderator pada webinar tersebut

Dalam materinya yang mengangkat tajuk Karya Sastra Klasik Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Tinjauan Karya Raja Ali Haji, Dr. H. Abdul Malik menyimpulkan bahwa Sebagai karya sastra klasik, karya Raja Ali Haji (RAH) memuat 19 nilai karakter terhadap diri sendiri, 14 nilai karakter terhadap keluarga, dan 21 karakter terhadap masyarakat

“Berdasarkan pemikiran RAH, manusia dikatakan memiliki karakter yang baik jika dapat menerapkan dalam pikiran, perasaan, sifat, sikap, watak, perkataan, dan atau perilaku yang mencerminkan nilai-nilai karakter itu terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat dalam kehidupannya,” jelas Dato’ Malik dalam paparannya

“Sebagai sastra klasik, karya RAH memenuhi kualitas seri pantai dan seri gunung karena memerikan kebenaran, keelokan, dan keindahan zahiriah dan bathiniah. Oleh karena itu sebagai sumber Pendidikan karakter, sastra klasik tak hanya relevan dan bermanfaat, tetapi juga membahagiakan pembaca/pendengar,” tambahnya

Selanjutnya Ir. Hendarman, M.Sc, Ph.D (Kepala Pusat Penguatan Karakter, Kemendikbud RI) selaku narasumber yang mengangkat judul Implementasi Pendidikan Karakter di Lembaga Pendidikan Indonesia menerangkan bahwa Pendidikan Karakter di Indonesia sudah diajarkan melalui proses pembelajaran sejak dahulu. Berbagai peraturan telah mengatur pengajaran pendidikan karakter, dengan menggunakan berbagai terminologi

“Terakhir penguatan pendidikan karakter ditetapkan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Peraturan ini mengatur bahwa terdapat lima nilai utama karakter yang meliputi Religiositas, Nasionalisme, Kemandirian, Gotong Royong, dan Integritas.” sebutnya

“Pengajaran dilakukan berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui proses habituasi yang meliptui diiajarkan, dibiasakan, dilatih konsisten, menjadi kebiasaan, menjadi karakter, dan menjadi budaya. Pendidikan karakter ke depan menjadi bagian dari pembentukan Sumber Daya Manusia Unggul yang bermuara pada pembentukan pelajar Pancasila yang dicirikan dengan berketuhanan dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kebinekaan global, gotongroyong, dan kreatif. Pendidikan karakter diterapkan sejak usia dini, jenjang pendidikan dasar, jenjang pendidikan menengah, dan jenjang pendidikan tinggi,” terangnya kepada seluruh peserta webinar nasional tersebut

Terakhir narasumber yang juga guru besar Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Hasanuddin, WS, M.Hum yang mengangkat tajuk Teks Sastra sebagai Media Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Karakter mengatakan bahwa Nilai nilai Budaya dalam Teks sastra dapat membantu manusia menjadi lebih manusiawi

“Melalui sastra sebagai hasil kesenian, pembaca memasuki pengalaman manusia dan kemanusiaan, pengalaman bangsa dan bangsa-bangsa dalam sejarah dan masyarakatnya, menyelami apa yang pernah dipikirkan dan dirasakan,” ucap Prof. Hasanuddin

Dato’ H. Abdul Malik selaku Dekan FKIP UMRAH merasa senang dengan suksesnya webinar tersebut yang diikuti oleh ribuan peserta baik dari Indonesia maupun mancanegara

“Alhamdulillah, webinar ini dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan apapun. Informasinya ada ribuan orang yang mengikuti webinar yang kita selenggarakan ini, baik itu dari Indonesia maupun mancanegara yakni Malaysia dan Australia. Terima kasih atas kerjasama seluruh pihak yang telah mensukseskan webinar ini,” ucap Dekan FKIP yang juga Budayawan Provinsi Kepri itu.

Webinar yang juga disiarkan secara langsung oleh di kanal Youtube Universitas Maritim Raja Haji itu ternyata juga diminati oleh para pemirsa yang menyimak melalui Youtube walaupun webinar telah berakhir. Tercatat sudah ditonton sebanyak 3.916 kali di kanal youtube UMRAH TV.

Editor : Adi Pranadipa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here