Basuki Rachmatul Alam,M.Sc, Ph.D menyampaikan materi kuliah umum. Foto/Adi Pranadipa/umrah.ac.id

Basuki Rachmatul Alam,M.Sc, Ph.D menyampaikan materi kuliah umum. Foto/Adi Pranadipa/umrah.ac.id

DOMPAK – Untuk berkembang dan mampu bersaing dengan negara-negara lain, Indonesia sudah harus meningkatkan kemampuan industrinya di bidang elektronika dan telematika. Bila semula lebih pada industri konten dan layanan, maka kini sudah saatnya masuk ke industri material, komponen, dan manufaktur.

“Perguruan Tinggi merupakan basis Ilmu Pengetahuan dalam Industri ini” Kata Pengajar STEI ITB, Basuki Rachmatul Alam, M.Sc, Ph.D,  yang menjadi narasumber dalam Kuliah Umum  Fakultas Teknik  UMRAH yang bertajuk “Antisipasi Perguruan Tinggi Menghadapi Perkembangan Mikroelektronika” , Kamis (04/7) di Ruang Rapat Serbaguna UMRAH, Lantai 3 Gedung Dompak. Kuliah Umum ini dihadiri sekitar 150 mahasiswa UMRAH dari berbagai Fakultas di UMRAH.

Dalam Presentasinya, Pria yang menamatkan S2, S3 Teknik Elektro nya ini di Lehigh University , Pensylvania Amerika ini mengatakan bahwa Sumber daya alam yang diperlukan untuk merealisasikan hal ini sudah tersedia di Indonesia. Sebagai contoh bahan baku untuk pembuatan wafer silikon adalah pasir kwarsa yang melimpah.

Wafer silikon sendiri menjadi bahan dasar untuk pembuatan IC (integrated circuit) dan sel surya. Tentu untuk menunjang hal ini diperlukan sumber daya manusia yang tidak lain dihasilkan dari perguruan tinggi. Penjelasan juga diisi dengan sejarah pembuatan IC, desain, alur pembuatan (fabrikasi) sampai pada pengemasan sehingga kini semua peralatan komunikasi modern berisi chip yang ditanamkan. (dip)

Sila Ditanggapi

Sila Ditanggapi