BINTAN (HK)- Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Kabinet Indonesia Bersatu, Mohammad Nuh optimis Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Tanjungpinang akan menjadi perguruan tinggi (PT) berbasis kemaritiman yang berkembang pesat dan baik di Indonesia.

Ia juga sangat yakin, ilmuwan-ilmuwan hebat akan lahir dari kampus ini.

“Di Provinsi Kepri ini mempunyai tradisi sejarah akademik yang luar biasa. Siapa tak kenal Raja Ali Haji yang tahun 1800-an sudah jadi pemikir luar biasa. Diharapkan UMRAH bisa melahirkan ilmuwan-ilmuwan sehebat itu,” ungkap Nuh, usai menjadi narasumber pada acara UMRAH Bidikmisi Academic Camp 2014, di Hotel Sahid Bintan, Jumat (28/11).

Namun, sambung Nuh, untuk mencapai PT yang berbasis maritim yang terkemuka, semua itu perlu waktu. Menurut dia, UMRAH pada kondisinya terbilang cepat berkembang bila mengingat usianya ang baru didirikan sejak 2007 silam. Nuh menyampaikan, dibutuhkan waktu antara 10-15 tahun untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

“Segalanya kan memang butuh waktu, apalagi UMRAH ini baru dinegerikan tiga tahun lalu. Namun, UMRAH ini termasuk cepat, bila mengingat usia UMRAH baru dinegerikan tiga tahun lalu. Saya sudah pernah meninjau secara langsung, saya punya keyakinan karena potensinya luar biasa,” ungkapnya.

Dikatakan Nuh, untuk menjadikan UMRAH sebagai perguruan tinggi berbasis maritim terkemuka, setidaknya ada beberapa hal ke depannya mesti dibenahi. Yakni, memastikan infrastruktur dasar UMRAH memadai, dosen yang secara kuantitas dan kualifikasi memadai, dan atmosfer akademik yang harus terus ditingkatkan.

“Kalau tiga unsur itu sudah terpenuhi, ditambah good governance yang baik, progres UMRAH bisa mencengangkan pada 10-15 tahun ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Rektor UMRAH Tanjungpinang, Syafsir Akhlus menyampaikan, tahun 2015 mendatang UMRAH Tanjungpinang akan membuka beberapa jurusan baru berbasis kemaritiman.

“Segala keperluan administrasinya saat ini sedang disusun. Seperti nantinnya ada, Jurusan Teknik Perkapalan, Teknik Transportasi Laut, dan Ekonomi Pembangunan yang berciri khas kemaritiman berkonsepkan blue economy,” jelasnya.

Dengan bertambahnya jurusan baru tersebut, sambung Syafsir, hampir dapat dipastikan ke depannya akan ada peningkatan infrastruktur kampus yang signifikan.

“Jelas untuk infrastruktur akan bertambah,” tandasnya.

Masih dikatakan Syafsir, ke depan pihaknya akan melobi pemerintah pusat agar mendukung rencana besar menjadikan UMRAH sebagai perguruan tinggi berbasis maritim terkemuka ini.

“Pusat juga sudah tertarik dengan konsep yang kami tawarkan,” ujarnya, lagi.

Selain melobi pemerintah pusat, Syafsir menyebutkan, UMRAH Tanjungpinang di tahun 2015 mendatang juga akan menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dari luar negeri yang sama-sama menaruh konsentrasi pembangunan sektor maritim.

“Pasti, kita akan menjalin kerja sama dengan PT dari luar negeri yang sama meningkatkan pembangunan di sektor kemaritiman,” katanya. (cw72)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here