Tingkatkan Kemampuan Dosen dalam penulisan Karya Ilmiah Publikasi Internasional

Tanjungpinang– Publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi menjadi salah satu indikator dalam penentuan kualitas dan peringkat perguruan tinggi (PT). Semakin banyak jumlah publikasi internasionalnya semakin baik kualitasnya dan semakin tinggi peringkatnya. Untuk itu, kemampuan dosen dalam menulis karya ilmiah dan mempublikasikan-nya pada jurnal internasional perlu ditingkatkan secara berkesinambungan.

Bertolak dari hal tersebut, Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mengadakan kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Publikasi Internasional selama dua hari,  Rabu (14/12/2016) dan Kamis (15/12/2016), bertempat di Hotel Bintan Beach Pernata Resort (BBR) Tanjungpinang, Kepri.

Uniknya dalam pelatihan yang diikuti oleh 50 orang dosen dari lima fakultas di lingkungan UMRAH itu ada anak jati Kepri yang didaulat menjadi narasumber pelatihan. Dia adalah Prof. Ir. Adrizal, M.Sc., Ph.D. Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana Universitas Jambi yang merupakan anak jati Dabosingkep, Lingga.

Kemudian narasumber berikutnya adalah Prof. Dr.rer.nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si. yang saat ini menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama UMRAH.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Prof. Rayandra menjelaskan bahwa publikasi ilmiah disamping dapat meningkatkan reputasi Perguruan Tinggi,  bahkan negara di dunia internasional, juga bisa dijadikan laluan untuk membentuk budaya baca, menulis, analisis, jujur ,menghargai orang lain, serta berbagi dengan orang lain.

“Artinya, publikasi karya ilmiah sebenarnya memiliki multi-fungsi dan multi-manfaat yang sangat positif bagi pengembangan institusi dan SDM UMRAH” ujar Prof. Ray, Guru Besar Bidang Kimia dari Technisce Universitaet Braunschweig Jerman ini.

Kian banyaknya bermunculan jurnal-jurnal ilmiah internasional perlu disikapi dengan hati-hati oleh para dosen, jangan sampai tertipu oleh pengelola jurnal predator yang lebih berorientasi pada bisnis.

Dalam Pelatihan tersebut, Prof. Adrizal  mengawali pembicaraannya dengan pertanyaan mengapa dosen harus menghasilkan publikasi? Selanjutnya, Prof. Adrizal menjelaskan teknik menulis karya ilmiah yang baik dan kiat-kiat agar karya ilmiah tersebut dapat dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional bereputasi.Yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah adalah konsistensi antara tujuan, pembahasan dan kesimpulan.

“Seringkali, pembahasan dan kesimpulan “beyond” riset dan bertele-tele padahal dilihat dari tujuannya cukup sederhana. Disamping itu, yang perlu diperhatikan adalah unsur kebaruan (novelty)” ujar Prof. Adrizal seraya menunjukkan beberapa contoh kepada para peserta kegiatan.

Seorang dosen tidak boleh putus asa jika artikelnya banyak dikoreksi bahkan mungkin ditolak oleh tim reviewer jurnal ilmiah. Semakin banyak berlatih maka kita akan makin terampil dalam penulisan suatu karya tulis. (LP3M)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *