666 Mahasiswa UMRAH Kukerta di Bintan

0
21
Sejumlah mahasiswa bersiap-siap untuk berangkat ke lokasi Kukerta. Selasa (5/7).Foto.Adi Pranadipa

umrah.ac.id – BINTAN- Ratusan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) saat ini tengah menjalani kuliah kerja nyata (Kukerta) di puluhan desa di Kabupaten Bintan. Pelepasan mahasiswa peserta Kukerta ini dilakukan oleh Bupati Bintan Ansar Ahmad dan Rektor Umrah Maswardi, di gedung Rektorat Umrah, Senggarang, Tanjungpinang, Selasa (5/7) .

Rektor Umrah Maswardi mengatakan, jumlah mahasiswa Umrah yang melaksanakan Kukerta sebanyak 666 orang. Ia menghimbau para mahasiswa untuk rajin menulis dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. “Mohon diterima pak bupati, pak camat mahasiswa kita ini, bimbing mereka agar dapat menjadi mahasiswa yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia,”kata Maswardi, saat pelepasan mahasiswa Kukerta itu.

Dalam kesempatan itu, Maswardi meminta gubernur, bupati/walikota untuk membantu menyediakan buku-buku kuliah sebagai perpustakaan mahasiswa guna mengisi gedung perpustakaan Umrah yang cukup besar di komplek kampus ternama di Kota Tanjungpinang ini. “Bapak Bupati Bintan, Pak Ansar juga sudah memberikan beasiswa bagi mahasiswa kita tahun lalu, mudah-mudahan beasiswa tersebut dapat dilanjutkan tahun ini,”ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Bintan Ansar Ahmad menyambut gembira adanya mahasiswa Umrah yang melakukan Kukerta di Kabupaten Bintan pada tahun 2011 ini. Ansar sempat menjelaskan selintas tentang kondisi daerah ini. Saat ini Bintan memiliki 36 desa yang sedang dibangun, 15 kelurahan dan 10 kecamatan.

“Mengubah pola pikir masyarakat sangat penting, terutama dalam mendukung lajunya pembangunan. Hal ini dapat tercapai, salah satunya dengan bantuan dari intelektual para mahasiswa yang Kukerta di wilayah Bintan ini,”kata Ansar.

Ansar berharap kepada mahasiswa Kukerta untuk dapat mendorong anak-anak didik di Bintan untuk wajib belajar 9 tahun, serta peningkatan kegiatan pemberantasan buta aksara agar jangan sampai ada anak-anak yang putus sekolah dan bodoh.

“Lebih dari Rp 5 miliar kita keluarkan untuk menangani masalah buta aksara ini bersama pemerintah pusat. Kami berterima kasih kepada rektor dan keluarga besar Umrah yang sudah memilih Kabupaten Bintan sebagai lokasi untuk melaksanakan Kukerta,”tutur Ansar.

Menanggapi permintaan Rektor Umrah, untuk penyediaan buku-buku kuliah guna mengisi perpustakaan Umrah, Ia langsung merespon dan berjanji untuk dianggarkan pada APBD Bintan tahun 2012. Pemkab Bintan akan membantu sebesar Rp200 juta dengan pola hibah, guna membeli buku-buku yang dibutuhkan mahasiswa.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Pendidikan Kepulauan Riau , Lamidi yang juga Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPPKD) Bintan, berharap mahasiswa yang Kukerta ini dapat memenuhi aturan, membagi waktu dengan baik di dalam Kukerta dan harus bisa bekerjasama dengan camat dan lurah setempat. (dip/haluankepri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here