Berita-Elektro

Pada masa sekarang ini, perkembangan dunia elektronika sangat maju pesat. Salah satunya adalah Robot yang terus dikembangkan dan dimanfaatkan diberbagai lini kehidupan manusia. Dengan mengetahui dasar-dasar Robotika, mahasiswa menjadi mengenal dan dapat mengembangkan dunia robotik untuk kemaritiman. Berpijak pada hal tersebut, Jurusan Teknik Elektro Universitas Maritim Raja Ali haji (UMRAH) menggelar Workshop Robotika pada Rabu (27/11) di Aula Kampus Senggarang.

“Initi dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk membuka wawasan mahasiswa Jurusan TE dibidang Elektro yang mereka geluti dan menumbuhkan kecintaan terhadap sains” kata Ketua Jurusan TE UMRAH, Rozeff Pramana, ST, MT.

Menurut Rozeff, kecintaan mahasiswa terhadap sains sangat perlu dan mendesak karena dalam pemberitaan selalu dikemukakan bahwa Indonesia kekurangan Insinyur.

“Kegiatan ini juga memiliki tujuan jangka panjang bagi jurusan TE UMRAH kedepan, karena nantinya akan dilakukan arah penelitian dan pengembangan robot dalam air” ucap Rozeff.

Workshop ini ternyata menarik minat mahasiswa Jurusan TE. Dalam tempo satu jam pendaftaran dibuka, seluruh kuota peserta sudah habis terisi. Narasumber dalam seri Workshop Robotika ini adalah M. Febriansyah, MT, praktisi robotika dari Jakarta.

“Masih sangat jarang yang melakukan riset robot dalam air karena tidak semudah robot darat” ujar M. Febriansyah, MT.

Dalam Workshop robotika yang merupakan seri terakhir dari Workshop selama tiga hari tersebut, mahasiswa  diberikan materi yang berkisar tentang bagaimana merancang sistem robot penjinak bom milik TNI, pendeteksi Tsunami (kerjasama dengan pemerintah). Dalam Workshop Robotika ini para mahasiswa diajarkan bagaimana merakit robot sederhana yang komponennya dibawa langsung oleh M. Febriansyah selaku narasumber dari Jakarta.

Workshop Arduino dan Mikrokontroller

Pada hari Sebelumnya Senin(25/11) dan Selasa (26/11)  juga digelar workshop Mikrokontroller dan Arduino dengan narasumber Mulyardi, ST  dan Nursamsu Rizal.

Pada workshop ini mahasiswa diajarkan langsung menggunakan modul yang disiapkan oleh narasumber. mahasiswa dikenalkan dan diajarkan menggunakan mikrokontroller dan arduino baik Hardware maupun softwarenya pada hari pertama dan kedua

Menurut narasumber pada pelatihan mikrokontroller dan ardiuno hari pertama dan kedua, secara umum mahasiswa masih belum banyak yang tahu. Hanya sebagian kecil saja yang sudah mengetahui namun masih lemah di pemrograman.

Narasumber memiliki rancangan  sendiri modul-modul yang mereka berikan untuk mahasiswa, mahasiswa banyak yang berminat untuk memilikinya. narasumber juga coba memberikan tantangan pada peserta dengan memberikan hadiah modul mikrokontroller/ardunio bagi peserta yang mampu merancang sistem yang dipraktekkan. (dip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here